Duta Perubahan Perilaku di Aceh Sosialisasi Protokol Kesehatan Cegah COVID-19

Duta 25 Perubahan Perilaku menggelar kegiatan sosialisasi perubahan perilaku protokol kesehatan pencegahan COVID-19 bagi warga Aceh. Sosialisasi protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) dilakukan Duta Perubahan Perilaku menyasar fasilitas publik seperti pasar dan warung kopi.
"Duta 25 Perubahan Perilaku Provinsi Aceh melakukan kunjungan ke lapangan di 9 kecamatan yang berada di Kota Banda Aceh pada Kamis (24/12) untuk menyosialisasikan perubahan perilaku protokol kesehatan pencegahan COVID-19," ujar Koordinator Duta 25 Perubahan Perilaku Aceh, Dr. Saiful Mahdi, dalam keterangan tertulis BPBA kepada acehkini, Jumat (25/12).
Saiful Mahdi menjelaskan, sosialisasi perubahan perilaku di Banda Aceh tersebut dilakukan oleh Duta 25 Perubahan Perilaku Provinsi Aceh yang terdiri dari Himpsi Aceh, BPBA, Satpol PP dan WH Aceh, Kodam Iskandar Muda dan Duta 75 dari Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh secara serentak.
"Sosialisasi perubahan perilaku ini dilakukan di fasilitas publik seperti pasar, kedai kopi dan lainnya di 9 Kecamatan Kota Banda Aceh yaitu Syiah Kuala, Kuta Alam, Baiturrahman, Ulee Kareng, Lueng Bata, Meuraxa, Banda Raya, Jaya Baru dan Kuta Raja," sebutnya.
Ia menyebut, Duta 25 Bidang Perubahan Perilaku diharapkan dapat menjadi garda terdepan bagi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Duta 75 dan Duta 300 yang telah terbentuk di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dalam penanganan COVID-19.
"Sejauh ini kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Duta Perubahan Perilaku antara lain melakukan rapat koordinasi secara luring di aula BPBA, webiner series secara online dan berkoordinasi dengan Bidang Perubahan Perilaku di tingkat nasional maupun kabupaten/kota," jelas Saiful.
mLebih lanjut, ia menambahkan, Duta Bidang Perubahan Perilaku tersebut bertugas memastikan peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun (3M).
"Kebiasaan 3M harus membudaya agar kita mampu memenangkan peperangan melawan COVID-19," kata Saiful.
