Konten Media Partner

Foto: Berbagi Ie Bu Peudah, Kuliner Khas Aceh Besar Kala Ramadhan

ACEHKINIverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak antre mendapatkan ie bu peudah di Gampong Lam Alu Cut, Aceh Besar. Foto: Ahmad Ariska/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak antre mendapatkan ie bu peudah di Gampong Lam Alu Cut, Aceh Besar. Foto: Ahmad Ariska/acehkini

Sabtu (17/4/2021) selepas dhuhur, lima warga Gampong Lam Alu Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, mulai bekerja menyiapkan ie bu peudah di meunasah. Ini adalah kuliner khas untuk berbuka puasa kala Ramadhan di sebagian gampong (desa) di Aceh Besar.

Tradisi memasuk ie bu peudah telah berlangsung sejak lama, diwariskan turun temurun sejak abad ke-16. Di Gampong Lam Alu Cut misalnya, kebiasaan ini terus terjaga hingga Ramadhan 1442 H.

Selepas ashar, warga dan anak-anak Gampong Lam Alu Cut ramai-ramai menuju meunasah membawa wadah. Mereka ingin mendapatkan ie bu peudah sebagai bekal berbuka.

Dulunya, ie bu peudah adalah kuliner yang diolah dari 44 macam jenis rempah, dan dedaunan hutan. Termasuk di dalamnya campuran lada, kunyit, lengkuas, dan bawang putih. Adonan rempah itu kemudian dicampur dengan beras dan kelapa yang telah diparut. Rempah yang digunakan sebagai bumbu itu memang berasa sedikit pedas. Karena itu, makanan ini disebut ie bu peudah.

Kini, sebagian jenis daun tak ditemukan lagi di hutan-hutan. Tapi tradisi memasak ie bu peudah tetap dijaga dengan dedaunan seadanya. []

Lihat foto-foto berikut:

Anak-anak membawa pulang ie bu peudah. Foto: Ahmad Ariska/acehkini
Ie bu peudah dimasak dalam belanga besar. Foto: Ahmad Ariska/acehkini
Membagi ie bue peudah untuk berbuka. Foto: Ahmad Ariska/acehkini
Membagi ie bu peudah. Foto: Ahmad Ariska/acehkini
Seorang warga membawa pulang ie bu peudah untuk menu berbuka. Foto: Ahmad Ariska/acehkini