Konten Media Partner

Foto: Kawasan Terpencil di Aceh, Tanpa Jaringan Telepon dan SMA

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perumahan warga di bukit-bukit, kawasan Kecamatan Terangun, Gayo Lues. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Perumahan warga di bukit-bukit, kawasan Kecamatan Terangun, Gayo Lues. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merupakan salah satu kawasan terpencil di Aceh. Warga di salah satu kemukiman di sana, Pintu Rime Gayo, masih hidup dalam segala keterbatasan, tanpa jaringan telepon, tanpa Puskesmas dan gedung Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami kekurangan medis. Mohon agar dibangun Puskesmas di Kemukiman Pintu Rime Gayo,” kata Abdus Somad, tokoh masyarakat setempat. Dia juga meminta difasilitasi jaringan telepon dan gedung SMA di wilayah tersebut.

Keluhan atas keterbatasan itu, disampaikan langsung saat kunjungan kerja Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ke sana pada Minggu (13/9) lalu. Pemerintah Aceh berjanji akan membangun atau memfasilitasi sarana yang diharapkan warga di kawasan terpencil itu.

kumparan post embed

Pusat Kabupaten Gayo Lues terletak sekitar 459 kilometer dari Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh. Sementara untuk sampai ke Kecamatan Terangun, harus menempuh sekitar 45 kilometer lagi, lewat jalan berbukit-bukit. []

Lihat foto-foto di kawasan terpencil tersebut, berikut ini:

Aliran sungai di kawasan terpencil Kecamatan Terangun, Gayo Lues. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Kawasan kawasan terpencil di Terangun, Gayo Lues, Aceh, dikelilingi bukit-bukit. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Pemukiman warga Kemukiman Pintu Rime Gayo, saat kunjungan Plt Gubernur Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Perumahan warga di kawasan terpencil Kecamatan Terangun, Gayo Lues. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Saat kunjungan Plt Gubernur Aceh ke lokasi. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Lahan pertanian warga di kawasan terpencil Kecamatan Terangun, Gayo Lues, Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini