Konten Media Partner

Foto: Libur Idul Fitri, Pengunjung Padati Museum Tsunami

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pintu masuk Museum Tsunami dipadati pengunjung. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Pintu masuk Museum Tsunami dipadati pengunjung. Foto: Suparta/acehkini

Jelang berakhirnya masa libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Museum Tsunami Aceh disesaki pengunjung dari berbagai daearah di Aceh maupun luar Aceh, Sabtu (7/5/2022).

Museum tersebut menyimpan berbagai materi yang mengisahkan peristiwa bencana gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

“Kami sudah hampir sepekan di Aceh, kemarin baru kembali dari Sabang, hari ini sekeluaga memanfaatkan sisa liburan dengan mengunjungi museum ini,” kata Ucok pengunjung yang mengaku dari Kisaran, Sumatera Utara.

kumparan post embed

Masuk ke Museum Tsunami, para pengunjung diwajibkan membali tiket masuk, untuk anak-anak dijual Rp 3.000, dewasa Rp 5.000, dan bagi warga negara asing dipatok Rp 15 ribu per orang.

Polisi memberikan arahan kepada pengunjung Museum Tsunami. Foto: Suparta/acehkini

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syaputra AZ, mengatakan lonjakan pengunjung museum pada hari lebaran sudah diprediksi sebelumnya, mengingat banyak wisatawan yang berlibur ke Aceh.

"Kami juga menghimbau bagi wisatawan dari luar Aceh untuk selalu update informasi terkait Museum Tsunami Aceh lewat platform media sosial karena seluruh info, jadwal buka-tutup, harga tiket, dan lainnya sudah tersedia dan sangat mudah diakses," sebutnya.

kumparan post embed

Lihat foto-foto berikut:

Pengunjung di Museum Tsunami Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Museum Tsunami menyimpan berbagai materi terkait peristiwa bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 silam. Foto: Suparta/acehkini
Koleksi Museum Tsunami Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Bagian bawah Museum Tsunami Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Warga mengabadikan momen di Museum Tsunami Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Salah satu ruang pamer di Museum Tsunami Aceh. Foto: Suparta/acehkini