Foto: Melihat Geliat Pasar Hewan di Aceh Menjelang Meugang dan Kurban

Meski di tengah wabah virus Corona serta jumlah angka pasien positif COVID-19 makin meningkat di Aceh, pasar hewan tetap ramai dengan pengunjung menjelang meugang dan kurban Idul Adha 1441 Hijriah. Seperti yang terlihat di pasar hewan ternak di kawasan Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, pada Sabtu (25/7).
Di Aceh, meugang adalah tradisi membeli dan memakan daging bersama keluarga, umumnya berlangsung selama 2 hari dan dirayakan 3 kali setahun, menjelang Idul Adha, Puasa Ramadhan, dan Idul Fitri. Tradisi seperti ini sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh.
"Meugang tahun ini harga hewan turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena corona," kata Abdul Malik, seorang pedagang di pasar itu. Pasar Cot Iri merupakan pasar hewan yang hanya berlangsung sepekan sekali, hanya pada hari Sabtu.
Ia menyebut, hewan untuk kebutuhan meugang dan kurban di pasar Cot Iri dijual dengan harga bervariasi. Untuk sapi, ada yang dijual mulai harga Rp 10 juta hingga Rp 55 juta per ekor. "Tapi pembeli umumnya mencari sapi yang harganya di kisaran Rp. 16-18 juta," tutur Abdul Malik.
Senasib dengan sapi, kambing juga sedang lesu permintaan. Akibatnya para pedagang terpaksa membanting harga. "Ini dulu mungkin bisa dua juta setengah, tapi kali ini kita bilang dua juta masih juga ditawar lebih rendah," jelas Muslim, seorang pedagang kambing.
Menurut Muslim, hewan-hewan yang dipasarkan di sana tidak hanya berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Tapi juga dibawa dari wiliyah timur Aceh oleh pedagang yang memburu hari pekan.
Berikut potret pasar hewan di Aceh untuk kebutuhan menyambut tradisi hari meugang dan hari raya kurban/Idul Adha 1441 H.
