Foto: Melihat Produksi Minyak Wangi Nilam Aceh

Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) yang berada di bawah Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC-USK) sukses mengembangkan bisnis minyak wangi nilam Aceh, untuk dipasarkan di dalam negeri dan luar negeri.
Proses produksi telah dirintis sejak awal 2019, dan mulai komersil pada pertengahan 2019 dengan 3.000 botol ukuran 30 mililiter. “Belum bisa diproduksi luas, karena masih mengurus izin dari BPOM,” kata Adinda Gusti Vonna, pengurus Koperasi Inovac, Selasa (30/3/2021).
Menurutnya, memproduksi minyak wangi nilam Aceh, butuh kesabaran dan ketekunan untuk mendapatkan wangi khas nilam. Sebagian lainnya dicampur dengan wangi jeruk, teh dan rempah khas Aceh.
Tahun 2020, produksi menurun karena pandemi COVID-19. Koperasi Inovac hanya memproduksi sekitar 1.000 botol untuk memenuhi pesanan yang masuk sebelumnya. “Tahun 2020, kami fokus pada mengurus kelengkapan di BPOM,” kata Adinda.
Kelengkapan izin dari BPOM diperkirakan akan keluar tak lama lagi. Koperasi Inovac, juga merencanakan penjualan secara luas ke seluruh Indonesia, serta permintaan dari Perancis. “Kapasitas produksi sebulan mampu 3.000 botol,” jelas Adinda.
Saat ini penjualan minyak wangi nilam Aceh masih terbatas, untuk even dan acara-acara di Aceh. Sebagian juga dijual melalui media sosial.
