Konten Media Partner

Foto: Menyelamatkan Manuskrip Kuno Aceh, Harta Warisan Tak Ternilai Abad ke-16

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tarmizi Abdul Hamid, kolektor manuskrip kuno Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tarmizi Abdul Hamid, kolektor manuskrip kuno Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Ratusan manuskrip kuno koleksi Pemerhati Budaya Aceh, Tarmizi Abdul Hamid, dirawat dan dilestarikan oleh Tim Pelestarian Pusat Preservasi Naskah Kuno dan Alih Media Perpustakaan Nasional Indonesia. Kegiatan berlangsung di rumah Tarmizi, kawasan Gampong Ie Masen Kayee Adang , Banda Aceh, Senin (22/3/2021).

Naskah kuno tersebut merupakan harta warisan tak ternilai, mengandung materi ilmu pengetahun dan peradaban Aceh masa lalu. Seluruh naskah berasal dari abad ke-16 sampai abad ke-18 masehi.

Pelestarian naskah kuno dilakukan dengan beberapa perlakuan, di antaranya; restorasi, penjilidan, pembersihan dari jamur, penempatan dalam kotak steril, pelapisan dengan kertas khusus, sampai digitalisasi naskah.

Lihat foto-foto berikut:

Naskah kuno yang dirawat. Foto: Suparta/acehkini
Membersihkan naskah dari jamur. Foto: Suparta/acehkini
Melapisi naskah dengan kertas khusus. Foto: Suparta/acehkini
Naskah masa lalu Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Perawatan dilakukan oleh Tim Pelestarian Pusat Preservasi Naskah Kuno dan Alih Media Perpustakaan Nasional Indonesia. Foto: Suparta/acehkini
Naskah kuno Aceh dirawat untuk melestarikannya. Foto: Suparta/acehkini
Proses digitalisasi naskah. Foto: Suparta/acehkini
Salah satu Alquran tulisan tangan warisan Kesultanan Aceh. Foto: Suparta/acehkini