Foto: Meraup Berkah dari Ikan Cupang Hias di Masa Pandemi Corona

Memelihara ikan cupang menjadi salah satu alternatif masyarakat saat berada di rumah atau work from home (WFH) di masa pandemi virus corona. Budidaya ikan hias pun menjadi salah satu bisnis rumahan yang kembali berkembang sejak pandemi COVID-19.
Seperti yang dilakukan Edo Edwar di Banda Aceh, Aceh. Berawal dari kejenuhan di masa pandemi corona yang mengharuskan setiap orang berdiam diri di rumah dan WFH, ia memulai usaha barunya membudidayakan ikan cupang. Kini, setiap bulannya ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 juta dari cupang.
Cara Budidaya Ikan Cupang di Rumah
Kepada acehkini, Edo menjelaskan cara budidaya ikan cupang mulai dari proses ternak hingga perawatan. Ia menyampaikan bahwa proses ternak lewat perjodohan dilakukan selama satu hari dan perkawinan dilakukan selama satu hari.
"Setelah bertelur, induk betina dipisahkan dan yang meniga telur induk jantan sampai menetasnya burayak. Setelah tujuh hari umur burayak, induk jäntan dipisahkan," ujar Edo, Kamis (22/10).
Sedangkan proses pakan nutuk burayak umur 7 sampai dengen 20 harı diberikan kutu air atau arthemia. Berikutnya setelah 20 hari diberikan pakan jentik-jentik.
"Kemudian untuk perawatan shear 2, air diganti selama 3 harı sekali menggunakan air sumur atau air PDAM yang sudah diendapkan selama 1 hari untuk menjaga kestabilan PH air," jelasnya.
Lebih lanjut, Edo menyebut, harga ikan cupang yang saat ini dijualnya di @rumoh_bettacupang berkisar dari Rp 5.000 hingga 3,5 juta rupiah.
Berikut foto-foto ikan cupang hias yang diabadikan fotografer acehkini di @rumoh_bettacupang di Banda Aceh, Aceh.
