Konten Media Partner

Foto: Pasar Daging Tradisi Meugang di Tengah Wabah Corona

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjual mengangkat daging. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Penjual mengangkat daging. Foto: Suparta/acehkini

Tradisi meugang menyambut Ramadhan 1414 Hijriah di Aceh, Rabu (22/4) tetap disambut penuh suka cita oleh warga di tengah wabah virus corona. Meugang adalah tradisi turun-turun yang diwariskan sejak zaman Kesultanan Aceh.

Pantauan acehkini di dua pasar daging dadakan, kawasan Beurawe dan Ulee Kareng, Banda Aceh, suasana belum begitu ramai seperti meugang di tahun lalu. Penjual daging, juga tidak seramai biasanya.

kumparan post embed
instagram embed

Di Banda Aceh harga daging untuk kebutuhan meugang dijual pada kisaran Rp 150 ribu-170 ribu per kilogram. “Hari ini lumayan sepi dari biasanya di tahun lalu, mungkin besok ramai di meugang hari kedua,” kata seorang pedagang di pasar Ulee Kareng.

Berikut foto-foto suasana di pasar daging Beurawe, Banda Aceh:

Suasana pasar dadakan untuk menyediakan daging meugang. Foto: Suparta/acehkini
Daging sapi dijual sekitar Rp 150 ribu-170 ribu per kilogram. Foto: Suparta/acehkini
Penjual memakai masker. Foto: Suparta/acehkini
Meugang adalah tradisi membeli dan mengonsumsi daging di Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Menyiapkan daging meugang pesanan pembeli. Foto: Suparta/acehkini
Memotong daging. Foto: Suparta/acehkini
Menimbang daging untuk keperluan meugang. Foto: Suparta/acehkini
Daging sapi. Foto: Suparta/acehkini
Penjual dan pembeli daging berinteraksi di pasar. Foto: Suparta/acehkini
Suasana tak seramai meugang tahun lalu. Foto: Suparta/acehkini
Tulang sapi untuk meugang. Foto: Suparta/acehkini
Suasana pasar daging meugang di Beurawe, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini