News
·
23 Februari 2021 11:55

Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192508)
Proses pembuatan rapai. Foto: Suparta/acehkini
Rapai selalu hadir dalam musik-musik tradisional Aceh. Pembuatnya kian langka, dengan keahlian khusus yang umumnya diwariskan turun-temurun.
ADVERTISEMENT
Fajar Siddiq (47 tahun) adalah satu pewaris keahlian membuat rapai di Aceh Besar. Dia seniman serba bisa, selain membuat rapai, juga mampu memainkan sejumlah alat musik etnik Aceh.
Dalam catatan sejarah, rapai dikenal sejak abad ke-11, diciptakan oleh Syech Rapi atau Syech Rifai, dimainkan dalam acara-acara hiburan untuk menyebarkan Islam di Banda Aceh.
Bahan dasar membuat rapai adalah kayu bermutu tinggi, rotan dan kulit kambing atau sapi.

Berikut foto-foto pembuatan rapai:

Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192509)
Mencuci kulit kambing untuk membuat rapai. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192510)
Pengrajin rapai. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192511)
Selain rapai, Fajar juga membuat seurune kale. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192512)
Rapai adalah alat musik tradisional Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192513)
Kulit kambing untuk membuat rapai. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192514)
Rapai menjadi roh seni musik tradisional Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Foto: Pembuat Rapai, Menjaga Tradisi Aceh (192515)
Fajar meniup seurune kale bersama dua anaknya yang menabuh rapai dan memainkan pianika. Foto: Suparta/acehkini