Konten Media Partner

Gubernur Aceh: Pemadaman dan Penindakan Tak Akan Mengurangi Karhutla

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Aceh dan Pangliam Kodam Iskanda Muda, saar meninjau lokasi Karhutla di Aceh Barat dan Nagan Raya
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Aceh dan Pangliam Kodam Iskanda Muda, saar meninjau lokasi Karhutla di Aceh Barat dan Nagan Raya

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di kawasan perbatasan Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menegaskan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak.

Menurut Nova, pemadaman dan penindakan tidak akan mengurangi terjadinya Karhutla. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk menggencarkan sosialisasi dan upaya penyadaran kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi Karhutla bersama Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Achmad Marzuki; Bupati Aceh Barat, Ramli MS; dan Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, di Gampong Suak Puntong, Nagan Raya, Rabu (3/3/2021).

“Edukasi, sosialisasi sudah harus ada anggarannya. Dalam jangka panjang upaya ini akan lebih efektif. Membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena meski lebih murah, namun risiko dan kerugian yang ditimbulkan sangat besar,” kata Nova.

Gubernur Nova, mengatakan pendekatan harus terus dilakukan dengan inovasi-inovasi tertentu. Penegakan hukum penting, namun ini harus menjadi upaya terakhir. Sosialisasi dan penyadaran jauh lebih berimbas positif. Dekati masyarakat dengan penuh simpatik. Bila perlu, ke depan pemerintah daerah menyusun mekanisme tertentu, untuk membantu masyarakat yang ingin membuka lahan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Lokasi kebakaran di Aceh Barat dan Nagan Raya. Foto: Edo

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh juga mengingatkan, meski secara kuantitatif belum tergolong besar, namun upaya pencegahan dan pemantauan harus terus dilakukan agar Karhutla tidak meluas dan bisa sedini mungkin diantisipasi.

“Kita sudah harus waspada karena urusan karhutla tidak bisa dilihat secara kuantitatif harus kualitatif, mengingat kondisi cuaca saat ini, sewaktu-waktu dan dalam waktu yang singkat, api bisa menyebar kapan saja,” kata Nova.

Pemerintah Aceh akan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan, baik dengan Pemerintah kabupaten, TNI, Polri Kejaksaan. “Sesuai arahan Presiden dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada kita sudah melakukan segala hal yang harus dilakukan di lapangan. Oleh karena itu, kami mengapresiasi semua pihak yang telah bahu membahu mengantisipasi meluasnya karhutla di kawasan ini,” jelasnya.

Asap masih terlihat di lokasi Karhutla. Foto: Suparta/acehkini

Karhutla di perbatasan Aceh Barat dan Nagan Raya telah terjadi sejak akhir pekan lalu, tepatnya di Gampong Peunaga Cut Ujong (Aceh Barat) dan Gampong Suak Puntong (Nagan Raya), yang masuk dalam wilayah Nagan Raya. Kebakaran telah menghanguskan lahan sekitar 10 hektare.

Upaya pemadaman yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), BPBD di kedua kabupaten, dibantu TNI dan Polisi telah berhasil memadamkan sebagian besar api. Pemantauan dan pemadaman masih terus dilakukan di lokasi Karhutla.

Sebagai bentuk dukungan bagi petugas di lapangan, Kasi Kedaruratan BPBA, Amarullah, telah menyerahkan bantuan berupa logistik lauk pauk, Pompa Apung beserta selang, velbed, matras dan selimut. “Kami atas nama Kalaksa BPBA, telah menyalurkan bantuan pendukung bagi petugas pemadam api di lokasi Karhutla,” ujar Amarullah. []

kumparan post embed