Konten Media Partner

Harapan Warga Pedalaman Aceh Barat, Menanti Jembatan Baru

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alat berat mengerjakan pembangunan jembatan penghubung Desa Sawang Teube dan Alue Peudeung di Aceh Barat, Aceh, Kamis (11/6). Foto: Siti Aisyah/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Alat berat mengerjakan pembangunan jembatan penghubung Desa Sawang Teube dan Alue Peudeung di Aceh Barat, Aceh, Kamis (11/6). Foto: Siti Aisyah/acehkini

Udin (63 tahun) menatap tajam ke arah depan. Wajahnya tampak semringah. Ia menyimak betul saat Bupati Aceh Barat, Ramli MS, memberi sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh.

"Sudah lama kami menanti pemerintah memperbaiki jembatan ini," kata pria asal Desa Sawang Teube itu kepada acehkini, Kamis (11/6).

Di sana, selain Udin, pada Kamis (11/6) kemarin turut hadir seratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Kaway XVI. Mereka ingin menjadi saksi tanda dimulai pembangunan jembatan rangka baja yang menghubungkan Desa Sawang Teube dengan Alue Peudeung di Kecamatan Pante Ceureumen.

Rencananya titian besar yang membentangi sungai Meureubo itu akan dibangun sepanjang 120 meter dengan lebar 7,5 meter--termasuk trotoar pejalan kaki di bagian sisi. Sementara jembatan lama Ulee Raket di kawasan itu roboh akibat dihantam banjir pada 31 Oktober tahun lalu.

Udin (berbaju kuning) mengamati peletakan batu pertama pembangunan jembatan. Foto: Siti Aisyah/acehkini

Dulu jembatan Ule Raket menjadi akses utama warga 27 desa di Pante Ceureumen mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan ke pusat kecamatan. Setelah jembatan itu roboh, mereka harus melintasi jalan penghubung lain yang terpaut jauh dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Menurut Udin, jembatan itu turut dilintasi saban hari oleh siswa dari Kecamatan Pante Ceureumen yang bersekolah ke Meulaboh, ibu kota Aceh Barat. ”Kami menaruh harapan pada jembatan ini, semoga pemerintah bisa segera menyelesaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Barat, Kurdi, menjelaskan jembatan itu rencananya akan dibangun dalam tiga tahap dengan pagu keseluruhan sebesar Rp 31,5 miliar.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan. Foto: Siti Aisyah/acehkini

Menurutnya, tahap pertama dimulai tahun ini dengan dana yang dianggarkan sebanyak Rp 12 miliar untuk pembuatan dua penyangga (abutment), pilar tengah, serta jalan sepanjang 40 meter berlebar 10 meter.

Sementara tahap dua, imbuh Kurdi akan dibangun tahun depan untuk pemasangan rangka baja. "Insyaallah pada 2021 masyarakat sudah bisa melalui jembatan ini, akan kita fungsionalkan dengan lebih baik," sebutnya.[] Siti Aisyah

video youtube embed