Hari Damai Aceh, Eks Panglima GAM Muzakir Manaf: Bendera Bintang Bulan Akan Naik
·waktu baca 2 menit

Peringatan Hari Damai Aceh digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, Senin (15/8) pagi. Dalam acara itu eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan Bendera Bintang Bulan bakal berkibar.
"Mungkin inilah hasil perdamaian, satu satu akan timbul di Aceh akan timbul (sesuai) butir-butir MoU (Helsinki) tersebut. Insyaallah tidak lama lagi tidak ada keributan lagi, mungkin bendera (bulan bintang) akan naik di 4 Desember, dengan catatan revisi," kata Muzakir Manaf.
Hari damai Aceh diperingati saban tahun setelah Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sepakat berdamai di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Kesepakatan itu mengakhiri perang di Aceh sejak 1976 dan melahirkan MoU Helsinki yang memberi kekhususan dan keistimewaan Aceh.
Pada 2013 silam Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengesahkan qanun mengatur Bendera Bintang Bulan yang dulu dipakai GAM menjadi bendera Aceh. Namun sampai kini masih belum ada kejelasan antara pemerintah pusat dan Aceh ihwal pengibaran Bintang Bulan. Beberapa kejadian, aparat keamanan menurunkan bendera itu.
Muzakir Manaf telah memikirkan tentang pengibaran bendera tersebut. Ia meminta semua pihak di kantor pemerintah untuk menyediakan dua tiang bendera. "Satu panjang, kemudian satu pendek. Kalau tidak…(tanpa melanjutkan kata-kata)," ujarnya.
Menurut dia, ada wakil MPR yang mengatakan itu tapi kurang sehat sehingga tidak hadir dalam peringatan damai Aceh. "Insya Allah dalam waktu dekat ini semua aman damai seperti kawan-kawan bilang tadi, perdamaian di Aceh akan kekal dan hakiki selama-lamanya," kata Muzakir.
Peringatan 17 tahun damai Aceh itu digelar dengan sejumlah agenda, antara lain penyerahan 2.819 hektare tanah bagi eks kombatan GAM, tahanan dan narapidana politik, serta warga sipil korban konflik. Acara juga dikemas dengan santunan anak yatim dan sejumlah penampilan kesenian Aceh. []
