kumparan
KONTEN PUBLISHER
25 Juni 2019 17:12

Hari Donor Internasional, PMI Banda Aceh Target Darah 1.000 Kantong

IMG_5913.JPG
Dua warga mendonorkan darahnya, memperingati Hari Donor Internasional, di kantor PMI Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Peringati Hari Donor Darah Internasional, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menargetkan 1000 kantong darah dari donor darah massal yang berlangsung di depan gedung PMI Kota Banda Aceh, Selasa (25/6). Acara ini akan berlangsung sampai besok sore.
ADVERTISEMENT
“Tahun lalu, kita berhasil mengumpulkan 600 kantong darah,” jelas dr Ratna Sari Dewi, Kapala Bidang Pelayanan Donor di Unit Tranfusi Darah PMI Kota Banda Aceh.
PMI sendiri kerap mendatangi pendonor untuk menjaga ketersedian stok darah. Bahkan selama bulan Ramadan kemarin, lembaga tersebut menyasar masjid dan warung kopi usai pelaksanaan Salat Tarawih. Dari kegiatan itu PMI berhasil mengupulkan 1.300 kantong darah.
Menurut Ratna, untuk saat ini stok darah di PMI masih stabil. Sementara kebutuhan untuk melayani pasien di sejumlah rumah sakit di Ibu Kota Provinsi Aceh mencapai 100-150 kantong perharinya.
“Hanya sempat kritis di hari-hari awal pascalebaran kemarin. Tapi kini telah stabil kembali. Kategori kritis itu bila stok darah sudah mendekati 10 kantong,” jelas Ratna.
IMG_5911.JPG
Makanan yang disiapkan untuk para pendonor di PMI Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Seorang pendonor, Ikbal ikut mendonorkan darahnya hari ini. “Ini yang ketujuh kali bagi saya mendonorkan darah di PMI Banda Aceh,” katanya.
ADVERTISEMENT
Rutin mendonor bagi Ikbal, berawal dari kepanikan mencari stok darah untuk tindakan operasi kakaknya. “Banyak orang membutuhkkan kerelaan kita. Dengan darah kita, pasti ada jiwa-jiwa yang tertolong. Mendonor secara rutin juga membuat kita bugar,” jelasnya.
Hari Donor Darah Internasional diperingati setiap 14 Juni, tapi dengan berbagai kendala PMI Banda Aceh baru bisa melaksanakan Selasa hari ini. []
Reporter: Suparta
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan