Konten Media Partner

Ibu dan Anak Tewas Terjebak dalam Kebakaran Warung Kelontong di Aceh

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Api melahap sebuah warung kelontong di Kawasan Gampong Kayee Lee, Aceh Besar, Kamis (1/8). Foto: Dok. BPBD Aceh Besar
zoom-in-whitePerbesar
Api melahap sebuah warung kelontong di Kawasan Gampong Kayee Lee, Aceh Besar, Kamis (1/8). Foto: Dok. BPBD Aceh Besar

Satu unit warung kelontong di kawasan Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, ludes terbakar pada Kamis (1/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Ibu dan anak pemilik warung meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Farhan AP, mengatakan konstruksi warung kelontong yang terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar dan dengan mudah membakar seluruh isi warung.

Warung tersebut milik Ebi Hardianto, yang saat kejadian sedang tidak berada di lokasi. "Kedua korban yang meninggal dunia masing-masingnya Sri Yanti Wulandari (27 tahun) dan anaknya Aviqa Nurfazila (4 tahun) yang merupakan anak dan istri dari pemilik warung," kata Farhan dalam keterangannya kepada jurnalis, Kamis (1/8).

Petugas berupaya untuk mengevakuasi kedua korban dalam musibah kebakaran warung kelontong di kawasan Gampong Kayee Lee, Kamis (1/8). Foto: Dok. BPBD Aceh Besar

Farhan menyebutkan istri dan anak pemilik warung sedang berada di dalam warung saat kejadian. Dugaan terbesar kedua korban terjebak dalam kobaran api sehingga tidak bisa menyelamatkan diri dan meninggal di lokasi.

"Seluruh isi warung juga habis terbakar, termasuk satu unit kendaraan roda dua," ujar Farhan.

Kendaraan roda dua yang ikut terbakar. Foto: Dok. BPBD Aceh Besar

Menurut keterangan warga sekitar, saat itu warung masih dalam keadaan tertutup. Sehingga warga pun sempat mendobrak pintu warung untuk memastikan apakah ada penghuni atau pemilik di dalamnya.

Namun, setelah dipanggil tak ada sahutan dari dalam. Adanya korban jiwa yang tewas baru diketahui setelah petugas berhasil melakukan pemadaman dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran (damkar).

Tiga unit damkar dibantu satu unit armada tangki suplai air yang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Foto: Dok. BPBD Aceh Besar

"Tiga unit damkar dikerahkan ke lokasi dengan dibantu satu unit armada tangki suplai air milik DPKP Kota Banda Aceh," sebut Farhan.

Korban yang meninggal dunia kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ingin Jaya menggunakan ambulans dan akan dibawa ke Rumah Sakit Kesdam untuk divisum.

"Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib," pungkasnya.

Reporter: Husaini