Imbas Corona, Satu Puskesmas di Aceh Besar Lumpuh

Aktivitas Puskesmas Ingin Jaya di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, lumpuh total akibat corona. Pusat pelayanan kesehatan tingkat kecamatan itu ditutup sementara menyusul seorang anggota staf di sana meninggal dunia berstatus reaktif rapid test, namun belum sempat menjalani uji swab.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita, mengatakan penutupan Puskesmas Ingin Jaya berlangsung sejak Jumat (7/8) hingga beberapa hari ke depan. Saat ini semua pekerja di sana telah mengisolasi diri sembari menanti hasil pemeriksaan swab.
"Mulai hari ini ditutup total, kemarin masih jalan kegiatan pengambilan swab. Paramedis yang bekerja di sana sudah di swab semua," kata Anita, dihubungi acehkini, Jumat (7/8) siang.
Anita menjelaskan, penutupan Puskesmas kemungkinan berlangsung selama tiga hari ke depan. Pelayanan kesehatan akan aktif kembali setelah keluar hasil swab semua paramedis.
"Kalau memang hasil swab hari Minggu selesai, Senin buka kembali. Kalau yang negatif masuk kembali dan yang positif diisolasi," ujarnya.
Anita menyebut anggota staf Puskesmas Ingin Jaya yang meninggal pada Selasa (4/8) tersebut tidak dapat dipastikan terjangkit COVID-19 karena belum sempat menjalani pemeriksaan swab. Namun hasil rapid test dinyatakan reaktif.
"Tapi kami ini lagi menunggu hasil swab temannya hari ini (keluar) hasilnya. Kalau memang temannya positif, kemungkinan yang meninggal itu positif," tuturnya.
Sebelumnya di Nagan Raya, dua puskesmas juga ditutup karena kasus yang sama. Sementara di Aceh Barat Daya, Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) juga ditutup selama 14 hari kerja, sejak Senin lalu. Selain itu, dua puskesmas di Kota Banda Aceh turut lumpuh akibat virus corona.
