Konten Media Partner

Induk Orang Utan Dievakuasi Akibat Luka Tembak, Anaknya Mati

ACEHKINIverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses evakuasi induk orang utan di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Foto: Dok. BKSDA
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi induk orang utan di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Foto: Dok. BKSDA

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengevakuasi dua individu orang utan --induk dan anak-- dari areal perkebunan warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, Minggu (10/3). Sang induk dievakuasi oleh petugas dalam kondisi terluka akibat kena tembakan, sementara anaknya mati.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan kondisi induk orang utan terluka di kaki dan jari tangan, serta bagian mata yang kena peluru senapan angin. Sementara anaknya mati dalam perjalanan karena malnutrisi.

Orang utan yang mengalami luka tembak dievakusi oleh petugas. Foto: Dok. BKSDA

"Dari hasil pemeriksaan di Sibolangit (Sumatera Utara), induk orang utan mengalami patah tulang tangan dan kaki kanan, serta jari. Sebanyak 73 butir peluru senapan angin dan luka bacok yang sudah bernanah ditemukan di bagian punggung," ujar Sapto dalam keterangan tertulis, Selasa (12/3).

Sapto menyebut, induk dan anak orang utan itu dibawa ke karantina Sibolangit, Sumatera Utara. "Anaknya rencana dikuburkan di Sibolangit," tuturnya.

BKSDA Aceh, kata Sapto, menyesalkan dan mengutuk pelaku yang melukai dan menyiksa kedua individu orang utan tersebut. "Kami akan berupaya bersama penegak hukum untuk bisa mengungkap kekejaman ini," ujar dia. []

Anak orang utan yang ditemukan mati. Foto: Dok. BKSDA

Reporter: Habil Razali