Konten Media Partner

Isu Warga Tak Bisa Terima BLT Sebelum Divaksin, Wabup Pidie: Tidak Benar Itu

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksinasi. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksinasi. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah Teuku Muhammad Daud menuturkan hingga saat ini belum ada pemaksaan vaksinasi Corona untuk masyarakat umum di Kabupaten Pidie, Aceh. Penyuntikan vaksin untuk masyarakat umum sekarang ini masih bersifat sukarela.

Hal ini dia katakan menanggapi informasi yang beredar di kalangan masyarakat umum di Pidie bahwa yang belum mengikuti vaksinasi tidak boleh menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejumlah layanan pemerintah lainnya seperti berobat ke rumah sakit.

"Kami sampai saat ini belum pernah mengeluarkan surat yang sifatnya pemaksaan untuk vaksinasi kepada masyarakat umum sehingga ancaman tidak mendapat BLT dan lainnya belum pernah dikeluarkan," kata Fadhlullah kepada acehkini, Sabtu (19/6).

Dia mengimbau masyarakat tidak percaya atas informasi tidak benar yang beredar tanpa diketahui sumber jelasnya. Menurutnya, masyarakat harus berpegang pada aturan yang dikeluarkan pemerintah. "Kalau belum ada suatu surat resmi dari pemerintah itu belum bisa menjadi pegangan," lanjutnya.

Menurut Fadhlullah, Pemerintah Kabupaten Pidie saat ini sedang menggelar vaksinasi massal tahap pertama di semua puskesmas hingga 30 Juni. Vaksinasi massal ini menyasar tenaga kesehatan, orang lanjut usia (lansia), dan petugas publik seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), aparatur sipil negara (ASN), guru, dan aparatur gampong (desa).

"Prioritas sekarang kalangan itu. Tapi kalau masyarakat di luar ketentuan ini mau vaksin silakan, sifatnya sukarela," ujarnya.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah (kanan). Foto: Suparta/acehkini

Dia juga membantah informasi bahwa masyarakat umum yang tidak menjalani vaksinasi sebelum 30 Juni, maka vaksinasi setelahnya harus bayar. "Tidak benar, karena vaksin ini gratis," tutur Fadhlullah.

Selama pelaksanaan vaksinasi massal, Fadhlullah menyebut capaiannya meningkat. "Sampai 18 Juni lebih dari 16 ribu orang yang sudah divaksinasi di Pidie," sebutnya.

Dia menambahkan akan mengajak semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie untuk vaksinasi. "Karena mereka termasuk petugas publik yang sering bertemu dengan masyarakat," katanya. []