Konten Media Partner

Jelang Persiraja vs Blitar United, Penonton Diminta Tak Lempar Botol

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Defri Rizki berkostum oranye pemain yang berhasil membawa Persiraja menang 1-0 atas Persita Tangerang lewat tendangan penalti dalam pertandingan di Stadion H Dimurthala, Jumat malam (19/7). Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Defri Rizki berkostum oranye pemain yang berhasil membawa Persiraja menang 1-0 atas Persita Tangerang lewat tendangan penalti dalam pertandingan di Stadion H Dimurthala, Jumat malam (19/7). Foto: Suparta/acehkini

Lanjutan Liga 2 Wilayah Barat pekan ketujuh bakal mempertemukan antara Persiraja Banda Aceh melawan Blitar Bandung United FC di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Selasa malam (23/7). Saat ini Persiraja memimpin klasemen sementara Liga 2 wilayah barat dengan 15 poin.

Tim berjuluk Laskar Rencong pada pekan lalu sukses merebut posisi puncak klasemen tersebut usai mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 1-0 pada pekan sebelumnya. Sementara Blitar Bandung United yang berada di urutan 9 klasemen, datang ke Banda Aceh usai menuai kekalahan 3-1 dari PSMS Medan.

Blitar Bandung United FC menjadi tim keempat yang akan dijamu Persiraja di Stadion H Dimurthala pada Liga 2 musim 2019. Bermain di kandang, Persiraja telah mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI dalam pertandingan melawan Cilegon United FC pada 6 Juli lalu.

Hasil sidang Komdis PSSI pada 16 Juli 2019 menyatakan, Persiraja dikenakan denda sebesar Rp 50 juta atas dua jenis pelanggaran dalam satu pertandingan. Masing-masingnya dirincikan, untuk jenis pelanggaran 5 kartu kuning dalam satu pertandingan dikenakan denda Rp 25 juta, dan denda kedua juga dikenakan Rp 25 juta atas jenis pelanggaran pelemparan botol.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat meresmikan pembukaan Persiraja Store di Banda Aceh. Foto: Dok. Persiraja

Tak ingin pengalaman buruk tersebut terulang, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman sebagai Pembina Persiraja mengimbau agar penonton bisa mengontrol emosi. Dia meminta penonton di Stadion H Dimurthala agar tidak melempar botol saat Persiraja bertanding.

“Melempar botol membuat Persiraja kena sanksi. Sanksi berupa denda Rp 25 juta hingga Rp 50 juta akan sangat merugikan Persiraja yang masih mengandalkan pemasukan dari hasil penjualan tiket,” ujar Aminullah dalam keterangan, Senin (22/7).

Menurutnya, sangat disayangkan Persiraja harus mengeluarkan denda hanya karena aksi terlarang dari fans dan suporter sendiri.

“Kalau memang kita mencintai Persiraja, mari kita hindari aksi-aksi yang merugikan. Saya juga imbau tolong ini disampaikan kepada teman atau kerabat yang ikut mendukung Persiraja di Lampineung,” kata Aminullah.

Karenanya, dia meminta penonton di Stadin H Dimurthala Lampineung agar bisa menahan diri dan tidak membuat aksi-aksi yang membuat pemain ikut terprovokasi dan emosi, akibatnya akan merugikan tim sendiri. “Saya minta kita bisa menahan diri dan lebih cerdas. Bisa saja tim tamu sengaja memancing emosi agar tim kita terkena sanksi,” sebutnya.

kumparan post embed

Reporter: Husaini