kumparan
29 Agustus 2019 16:01

Kasad Jenderal Andika Perkasa Tinjau Capaian Kodam IM di Aceh

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat diwawancarai awak media usai memberikan pengarahan kepada personel Kodam IM dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Kamis (29/8). Foto: Habil/acehkini
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh. Ia tiba di Tanah Seulanga pada Rabu (29/8) kemarin. Di Aceh, Andika sempat mengunjungi beberapa tempat wisata, terutama peninggalan tsunami Aceh 2004, seperti Museum Tsunami Aceh dan Kapal PLTD Apung di Banda Aceh.
ADVERTISEMENT
Kunjungan Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Hetty Andika Perkasa ke Aceh dalam rangka meninjau kondisi dan capaian satuan, serta memberikan pengarahan kepada personel Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM).
Pengarahan kepada personel Kodam IM berlangsung di Lapangan Indoor Jasdam, Neusu, Kota Banda Aceh, Kamis (29/8). Acara yang dimulai sekitar pukul 11.15 WIB itu berlangsung tertutup.
Saat tiba di Aceh, Kasad dan Ny. Hetty Andika Perkasa disambut secara upacara adat, Rabu (28/8). Foto: Dok. Kodam IM
Seusai acara, Andika Perkasa mengatakan kunjungan dirinya ke Aceh untuk melihat prestasi yang telah dicapai oleh personel di Kodam IM. Menurutnya, prestasi bukan hanya bersifat kemiliteran, tetapi bagaimana TNI bisa diterima oleh masyarakat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"Pesan kepada prajurit, mereka tetap menjadi diri sendiri, mereka juga harus menjadi bagian dari masyarakat Aceh dan harus membantu terus masyarakat Aceh dan meningkatkan taraf hidup," kata Andika kepada jurnalis, Kamis (29/8).
ADVERTISEMENT
Pada kegiatan itu, Andika turut melihat 118 senjata dari hasil penyerahan oleh masyarakat kepada Kodam IM selama ini. Ke-188 yang diperlihatkan Kodam IM dengan rincian 17 pucuk pistol standar, pistol rakitan 23 pucuk, pistol air soft 4 pucuk, senapan standar 66 pucuk, senapan rakitan 7 pucuk, serta sepucuk SMR.
Video
Menurut Andika, adanya penyerahan senjata dari masyarakat ke TNI itu bukti bahwa kesadaran masyarakat Aceh sangat tinggi. "Hanya melihat hasil yang sudah dicapai oleh Kodam IM selama ini dan itu bagus sekali, karena ini memang atas kesadaran, paling bagus itu karena kesadaran. Bukan karena operasi yang memaksa, itu yang kita harapkan," ujarnya.
Andika mengakui bahwa masyakarat Aceh pun begitu tinggi kesadarannya. "Tentu sama-sama melihat situasi yang lebih bagus. Dan barang-barang yang tidak diperlukan sebaiknya kita serahkan atau tempatkan di tempat seharusnya," sebutnya.
ADVERTISEMENT
Reporter: Habil
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan