Konten Media Partner

Kasus Positif Corona di Aceh Melonjak, Warga Diimbau Tak ke Zona Merah

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Angka positif terinfeksi virus Corona di Aceh melesat tajam dalam sepekan terakhir menjadi 50 kasus. Lonjakan kasus positif COVID-19 di Tanah Seulanga setelah terjadinya penularan atau transmisi lokal klaster Lhokseumawe/Aceh Utara dan klaster Aceh Besar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG, mengimbau kepada masyarakat Aceh agar menahan diri untuk tidak bepergian dari dan ke zona merah penularan wabah virus Corona.

"Kita imbau masyarakat menahan diri dulu dari keinginan bepergian dari dan ke zona merah COVID-19. Mari menerapkan ‘kunjungan’ melalui teknologi informasi—meski tidak bertemu fisik, namun tanpa mengurangi esensi silaturahmi dalam kehidupan kita," ujar SAG dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6) sore.

Data sebaran kasus COVID-19 di Aceh hingga Selasa (23/6). Grafis: Edi IP/acehkini

Hingga Selasa (23/6) pukul 15.00 WIB, kata SAG, jumlah akumulasi positif COVID-19 di Aceh menjadi 50 kasus. Jumlah tersebut seiring bertambah satu kasus baru warga Kota Banda Aceh berinisial RI (39 tahun).

"Jumlah orang yang positif COVID-19 hingga saat ini sudah mencapai 50 orang. Pasien positif COVID-19 yang masih dirawat sebanyak 28, sudah sembuh 20 orang, dan 2 orang meninggal dunia," sebutnya.

Lebih lanjut, SAG menyampaikan berdasarkan laporan Gugus Tugas COVID-19 kabupaten/kota per 23 Juni 2020 pukul 15.00 WIB, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 10 menjadi 2.241 orang.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Suparta/acehkini

"ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas COVID-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 29 orang. Sedangkan sebanyak 2.212 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri," kata SAG.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sambung SAG, masih seperti data kemarin sebanyak 117 kasus. Ia merincikan, PDP yang masih dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 3 orang, sedangkan 113 PDP lainnya sudah sembuh dan pulang.

"PDP yang meninggal dunia hanya satu orang. PDP itu meninggal pada 25 Maret 2020 lalu," ujarnya.

kumparan post embed