Kepala Desa di Aceh Barat Meninggal Dunia Positif COVID-19

Seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, meninggal dunia pada Kamis (20/5) malam dalam kondisi positif COVID-19. Kepala desa ini sejak 15 Mei lalu menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
"Iya benar, beliau meninggal pukul 22.00 WIB tadi malam. Keuchik (kepala desa) itu pertamanya dirawat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien (Meulaboh), kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dia positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Syarifah Junaida kepada acehkini, Jumat (21/5).
Begitu mendapat kabar ada pasien positif corona meninggal dunia, Dinas Kesehatan Aceh Barat menyiapkan pemakaman dengan menerapkan protokol penanganan COVID-19. Dari RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, jenazah dipulangkan ke Aceh Barat dan disalatkan di kantor desa setempat.
"Sudah dilaksanakan pemakamannya dengan protokol kesehatan turut dibantu keluarga serta warga dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap yang telah disiapkan oleh tim satgas," ujar Syarifah.
Syarifah mengimbau masyarakat tetap patuh menerapkan protokol kesehatan karena kasus COVID-19 di Aceh Barat setelah Lebaran mengalami peningkatan. "Ada penambahan kasus COVID-19 sekitar 25 orang," katanya.
"Masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan pada saat keluar rumah. Bagi yang sakit, batuk, pilek jangan keluar, lebih baik berdiam diri dirumah," sebut Syarifah.
Jumlah kasus COVID-19 di Aceh Barat per Kamis (20/5) sebanyak 208 orang. Dari total ini, 6 orang dirawat di RSUDZA, dirawat di ruang Pinere RSU Cut Nyak Dhien 9 orang, isolasi mandiri 7 orang, sembuh 175 orang dan meninggal dunia 11 orang.
