Food & Travel
·
19 Mei 2020 5:31

Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91130)
Agra Jama Masjid, India. Foto: Khiththati/acehkini
Beberapa mesjid tua di India dibangun pada masa kesultanan Mughal. Kerajaan ini besar pengaruhnya dalam peradaban Islam. Luasnya pengaruh Mughal ini mencapai kawasan Asia Tenggara. Peninggalannya juga masih banyak dan dapat ditemukan di beberapa kota India, terutama di Kota Agra.
ADVERTISEMENT
Peninggalan bangunan dan seni arsitektur Mughal sangat banyak di Agra, salah satunya Taj Mahal yang dikenal sebagai hadiah cinta sang Raja Shah Jahan kepada Istrinya, Mumtaz Mahal. Namun ada juga bangunan lain yang menjadi hadiah sang raja kepada perempuan yang juga dicintainnya.
Hadiah ini berada tak jauh dari Agra Fort atau benteng Agra yang telah menjadi kediaman bagi beberapa Sultan Mughal. Warga menyebutnya sebagai Agra Jama Masjid atau masjid besar yang digunakan untuk melaksanakan salat Jumat. Dikelilingi hiruk pikuk pasar dan riuhnya suara klakson kendaraan, masjid ini menjadi salah satu tempat singgah acehkini pada Agustus 2019 lalu, jauh sebelum virus corona mewabah.
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91131)
Kolam di bagian tengan masjid. Foto: Khiththati/acehkini
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91132)
Warga India yang menunjukkan papan keterangan tentang sejarah masjid. Foto: Khiththati/acehkini
Arsitekturnya berciri khas Mughal, dengan menggunakan batu pasir merah. Sejak Shah Jahan membangunnya pada 1648, tidak banyak yang berubah dari bangunan ini. Sang Raja membuat masjid ini sebagai hadiah untuk putri kesayangannnya, Jahanara Begum yang dijuluki sebagai Shahzadi.
ADVERTISEMENT
Jaharan merupakan putri sulung dari Shah Jahan dan istrinya Mumtaz Mahal. Dulunya saat dibangun, ada jalan yang terhubung dari benteng Agra ke mesjid ini dangan melewati sebuah gerbang. Namun saat pembangunan jalur kereta api di Agra pada tahun 1871-1873, gerbang ini dihancurkan.
Sebagai salah satu masjid terbesar di India, bangunan tempat ibadah ini mempunyai arsitektur yang unik. Selain dibangun menggunakan batu pasir merah, di beberapa tempat terdapat struktur yang dibuat dari marmer beragam warna. Masjid mempunyai kolam kecil berbentuk segi empat di tengahnya yang terkadang digunakan sebagai tempat berwudu. Sekilas strukturnya menyerupai Jama Masjid di Delhi.
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91133)
Dibuat dari batu pasir merah. Foto: Khiththati/acehkini
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91134)
Permukiman di dekat masjid. Foto: Khiththati/acehkini
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91135)
Salah satu ukiran di dinding masjid. Foto: Khiththati/acehkini
Bagian dalam masjid memiliki beberapa ukiran kaligrafi ayah Al-Qu’ran dan beberapa puisi dalam bahasa Persia, sanjungan kepada Raja dan putrinya. Penggunaan beberapa panel di sini sangat mirip dengan apa yang digunakan di Taj Mahal. Mesjid ini mempunyai halaman terbuka yang luas. Pembangunan masjid memerlukan waktu 6 tahun, melibatkan lebih dari 5.000 pekerja untuk.
ADVERTISEMENT
Gerbang masuk ke dalam masjid ini berada di sisi timur. Terdapat juga aula berbentuk persegi panjang yang ditutupi dinding di tiga sisinya. Uniknya aula ini juga memiliki lengkungan pusat dengan pola-pola geometris. Sebuah madrasah juga terdapat di sini, tempat anak-anak belajar mengaji dan ilmu agama.
Masjid ini dirancang dengan kemegahan arsitektur Islam dengan ukiran, batu-batu cantik dan ubin yang mengkilap. Ada beberapa bagian masjid yang dicat biru dan memiliki ciri khas Persia. []
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91136)
Bagian gerbang masjid. Foto: Khiththati/acehkini
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91137)
Jalur hubung masjid ke pasar. Foto: Khiththati/acehkini
Kisah Agra Jama Masjid di India, Hadiah Ayah Untuk Putri Kesayangan (91138)
Suasana di samping masjid. Foto: Khiththati/acehkini