Kisah Miris Sekolah 'Tanpa Guru' di Pulo Aceh: Sudah Terjadi Bertahun-tahun

Konten Media Partner
21 November 2021 15:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kisah Miris Sekolah 'Tanpa Guru' di Pulo Aceh: Sudah Terjadi Bertahun-tahun (442792)
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video siswa-siswi SD Lampuyang di Pulo Aceh pulang sekolah karena tiada guru yang mengajar viral di media sosial pada Sabtu kemarin. Foto: Dok. Warga
Tayangan video menampilkan siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) Lampuyang, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pulang sekolah karena tiada guru yang mengajar viral di media sosial pada Sabtu kemarin. Kondisi begini sudah terjadi bertahun-tahun di pulau terluar di ujung barat Indonesia itu.
ADVERTISEMENT
Camat Pulo Aceh Mawardi bercerita kerap menerima keluhan masyarakat atau orang tua siswa mengenai nasib pendidikan anak-anak mereka. Siswa kadang-kadang harus pulang atau bahkan enggan berangkat sekolah karena tidak ada guru.
"Viral bukan kali ini, sudah beberapa kali viral-viral itu. Iya sudah sering, sudah bertahun-tahunlah itu. Kami sering mendapat laporan dari wali murid, kalau wali murid sudah merasa anak dia enggak sekolah itu kan sudah susah," kata Mawardi, dihubungi acehkini, Ahad (21/11).
Mawardi mengatakan guru berstatus aparatur sipil negara kerap tidak hadir ke sekolah karena sering tidak berada di Pulo Aceh. Hal ini lantaran sebagian besar guru merupakan warga Aceh daratan. Mereka datang ke Pulo Aceh sepekan sekali.
"Kalau dulu saat belajar dari rumah okelah belajar melalui telepon seluler, tapi sekarang inikan sudah berlaku belajar tatap muka. Jadi guru maunya berubahlah situasinya, ke Pulo Aceh untuk mengajar selaku guru," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Mawardi, dulu Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar pernah datang ke Pulo Aceh menegur guru-guru yang sering bolos. Wali siswa juga ikut membahas bagaimana solusi mengatasi masalah itu.
"Kami memikirkan juga nasib guru, tapi kalau teguran kepala dinas tidak diindahkan, apalagi kita tahan-tahan," tutur Mawardi.
Mawardi mengatakan ada 9 sekolah SD di Pulo Aceh, yaitu 5 di Pulau Breueh dan 3 SD ditambah 1 MIN di Pulau Nasi. Sedangkan SMP dan SMA ada satu di tiap-tiap pulau.
acehkini sejak Sabtu kemarin telah berupaya mengonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Silahuddin. Namun sampai Ahad siang belum mendapat tanggapan.
Pulo Aceh merupakan daerah paling ujung di Indonesia. Kecamatan ini terdiri dari dua pulau berpenghuni, yaitu Pulau Breueh dan Pulau Nasi. Kedua pulau ini berjarak sekitar 2 jam naik perahu ke Banda Aceh, ibu kota provinsi.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020