Konten Media Partner

Komunitas Tionghoa Bawa Bantuan COVID-19, RS di Aceh Timur Menolak karena Cemas

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komunitas Tionghoa saat akan menyerahkan bantuan COVID-19. Foto: warga/facebook
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Tionghoa saat akan menyerahkan bantuan COVID-19. Foto: warga/facebook

Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) penanganan COVID-19 dari sebuah lembaga sosial Komunitas Tionghoa ditolak ketika hendak diserahkan ke Rumah Sakit (RS) Sultan Abdul Azis Syah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Penolakan karena paramedis dan warga yang berada di rumah sakit telanjur risau melihat kedatangan mereka.

Direktur Rumah Sakit Sultan Abdul Azis Syah Peureulak, dr Darma Widya, mengatakan sekitar 6 warga Komunitas Tionghoa itu mendatangi rumah sakit dengan membawa bantuan APD, pada Selasa (9/6). Sebelum datang, mereka sudah mengonfirmasikan hal itu ke anggota staf Darma.

"Tujuan (kedatangan) mereka hanya untuk memberikan bantuan sosial seperti APD untuk (penanganan) COVID-19," ujar Darma kepada acehkini, Rabu (10/6) malam.

Darma menuturkan, ketika mereka tiba di rumah sakit, sejumlah pasien dan paramedis yang berada di sana merasa cemas. Hal ini lantaran mereka datang dari zona merah COVID-19: Medan, Sumatera Utara. Sementara Aceh Timur termasuk zona hijau.

"Tugas saya menanyakan tentang dokumen kesehatannya, apakah mereka bawa surat jalan atau dokumen lain seperti (hasil) pemeriksaan rapid test. Karena mereka datang dari zona merah," tuturnya.

Menurut Darma, protokol kesehatan penanganan COVID-19 mengharuskan warga dari zona merah yang pergi ke zona hijau membawa surat bebas COVID-19 yang dikeluarkan setelah menjalani rapid test atau uji swab. "Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen itu," katanya.

kumparan post embed

Menurut Darma, penyerahan bantuan itu pun dibatalkan untuk menghindari kecemasan warga dan paramedis yang berada di rumah sakit. Warga Komunitas Tionghoa itu kemudian meninggalkan rumah sakit.

"Serah terima (bantuan) tidak terjadi, kalau saya lakukan akan menimbulkan kecemasan, sekarang kan terlalu riskan pandemi. Kita menjaga situasi yang harus kondusif. Jangan gara-gara bantuan itu terjadi chaos," ujarnya.

Darma menyebut kejadian itu sudah selesai dan tidak ada permasalahan. Warga Komunitas Tionghoa itu kepada Darma mengaku menghormati kearifan lokal di Aceh Timur dan tidak mempermasalahkan.

"Mereka berjanji ke depan akan merencanakan ulang (pemberian bantuan) dan melengkapi prosedur yang berlaku," katanya.

Sampai Kamis (11/6) pagi, acehkini telah berusaha menghubungi pimpinan lembaga sosial Komunitas Tionghoa tersebut, tetapi mereka menolak memberikan keterangan. []