Konflik Satwa Liar di Aceh Timur, Polisi dan Warga Usir Gajah Pakai Mercon
·waktu baca 2 menit

Konflik satwa liar terjadi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Polisi dan warga Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, mengusir gajah liar, yang dianggap telah mengganggu, dengan ledakan mercon.
"Penggunaan mercon ini mencegah gajah tidak lagi masuk ke kebun masyarakat,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ranto Peureulak Inspektur Satu Eko Suhendro, Selasa (22/11).
Pengusiran kawanan satwa liar dilindungi ini dari kawasan kebun masyarakat setelah berbagai jenis tanaman rusak diubrak-abrik. Misalnya, pada Sabtu lalu, kawanan gajah liar merusak gubuk berikut gabah hasil panen yang disimpan di dalamnya.
Warga Seumanah Jaya merasakan kerugian yang besar akibat kedatangan gajah liar. Menurut Eko Suhendro, pengusiran dengan letupan mercon sangat efektif karena gajah menjauh dari kebun warga tapi hewan berbelalai itu tidak terluka.
“Gangguan gajah hanya bisa diatasi dengan cara dihalau. Satwa ini tidak bisa ditangkap karena keberadaannya dilindungi oleh negara,” tuturnya.
Konflik kawanan gajah liar dan warga di Aceh terjadi di beberapa daerah. Selain Aceh Timur, gajah liar juga merusak isi kebun warga di Kabupaten Pidie. Bahkan, seorang warga Keumala, meninggal setelah diinjak gajah liar saat berada di kebunnya, pada 28 Oktober 2022.
Sejumlah pihak menduga akar masalah ini karena hutan lindung yang menjadi habitat gajah telah rusak sehingga ia turun ke kebun warga untuk mencari sumber pakan baru. Kerusakan hutan di Aceh sebab gencarnya penebangan liar.
