Konten Media Partner

Laboratorium Balitbangkes Aceh Belum Bisa Deteksi COVID-19 Varian Omicron

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi COVID-19 varian Omicron. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi COVID-19 varian Omicron. Foto: Shutterstock

Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh belum bisa memeriksa sampel usap dahak untuk mendeteksi COVID-19 varian Omicron. Kepala Laboratorium Balitbangkes Aceh Fahmi Ichwansyah mengatakan mereka masih dalam tahap persiapan.

"Kami masih berproses persiapan dan uji coba sequencing. Sekarang ini belum bisa deteksi Omicron," kata Fahmi kepada acehkini, pada Selasa (8/2).

Balitbangkes Aceh saat ini sedang berproses untuk pemeriksaan S-gene Target Failure (SGTF) atau sebuah metode untuk mengidentifikasi suspek atau kasus probable varian Omicron. "Reagen SGTF baru tiba dua hari lalu," ujar Fahmi.

Fahmi mengatakan, Balitbangkes Aceh termasuk laboratorium yang ditunjuk untuk pemeriksaan SGTF bagi Provinsi Aceh. Menurutnya, jumlah laboratorium yang memeriksa SGTF di Indonesia seluruhnya ada 32.

Laboratorium Balitbangkes Aceh dioperasikan untuk menguji sampel swab pasien bergejala virus COVID-19 mulai Kamis (16/4/2020). Foto: Suparta/acehkini

Balitbangkes Aceh, menurut Fahmi, masih menunggu sampel positif COVID-19 dari laboratorium jejaringnya di Aceh. "Bila sampel tersebut tiba maka kami akan segera optimasi alat untuk pemeriksaan probable Omicron," tuturnya.

Fahmi menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mengirimkan sampel untuk mendeteksi Omicron ke laboratorium lain di Jakarta. "Balai Litbangkes Aceh sudah dua bulan ini belum lagi menerima rujukan sampel swab dari posko Satgas COVID-19 Aceh," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, COVID-19 varian Omicron mulai terdeteksi di luar Pulau Jawa sejak pekan lalu. Namun, hingga Selasa (8/2/2022), kasus Omicron belum ditemukan di Aceh.

Kendati demikian, dalam beberapa hari ini kasus positif COVID-19 semakin meningkat di Aceh. Data terbaru dilaporkan sebanyak 16 orang terinfeksi virus corona dalam 24 jam terakhir.

“Dengan penambahan tersebut, kasus aktif corona di Aceh menjadi 92 orang,” kata Saifullah Abdulgani alias SAG, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh dalam keterangannya, Selasa (8/2/2022).

kumparan post embed