Mahasiswa Aceh Demo di Depan Gedung DPRA, Tolak Kenaikan Harga BBM
ยทwaktu baca 2 menit

Massa terdiri dari sekitar seratus mahasiswa demonstrasi di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (5/9). Dengan jas almamater biru, mereka menyemut di kantor terletak di Jalan Teungku Daud Beureueh, Kota Banda Aceh, itu sejak pukul 12.00 WIB.
Unjuk rasa ini menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai kian menambah derita rakyat. Mahasiswa mengusung sejumlah poster serta bendera organisasi dan Merah Putih.
Mula-mula massa konvoi dengan kendaraan dan berhenti di Simpang Lima Kota Banda Aceh. Dari kawasan ini, massa berjalan kaki ke kantor DPRA berjarak sekitar satu kilometer.
Demonstrasi ini dikawal polisi. Massa, misalnya, diadang polisi saat memaksa masuk ke dalam gedung parlemen. "Masuk.. masuk..," teriak mahasiswa.
Dorong-dorongan tidak terhindarkan antara massa dan aparat keamanan. Alhasil, massa merangsek ke teras gedung utama DPR Aceh. Tapi mereka tertahan di pintu. "Buka.. buka.." ujar mereka meminta pintu itu dibuka.
Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar, Sabtu (3/9/2022). Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.
Tak hanya BBM subsidi, pemerintah juga menaikkan harga BBM nonsubsidi yaitu Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.
