Masjid Khirki India, Bangunan Kuno Bersejarah Tanpa Aktivitas Ibadah

Selama puluhan tahun, tak ada aktivitas ibadah apapun di Masjid Khirki, Jananpanah, Delhi, India. Kendati banyak wisatawan dan arkeolog sedang melakukan pekerjaan di sana. Sebagian ruangan masjid kuno ini juga sudah mulai ambruk.
Selama tak digunakan, masjid ini dikenal sebagai haunted place (tempat berhantu). Sampai akhirnya tahun 2010, Survei Archeological Survey India (ASI) memasukannya ke dalam daftar konservasi, restorasi, dan penelitian arkeologi.
Beberapa aktivitas tersebut dilakukan pada siang hari. Beberapa anak-anak juga sering bermain di sana saat siang hari. Namun, malam harinya tempat ini ditutup. Maka, kalau ingin berkunjung pastikan datang lebih awal ke masjid dengan arsitektur masa silam kejayaan Kota Jananpanah. Sampai kini, Masjid Khirki belum bisa digunakan untuk beribadah.
Dalam proses penggalian untuk kepentingan penelitian arkeologi yang dilakukan terahir kalinya, ditemukan uang kuno sebanyak 254 koin, tertanam di pondasi. Uang ini menunjukan era pemerintahan Sher Shah Suri (1538-1545) dan Islam Shah (1545-1554).
Masjid ini adalah karya dari Khan I Jahan Junan Shah atau lebih dikenal sebagai Maqbool Jina Shah Telangani. Ia merupakan perdana menteri atau wazir dari Sultan Feroz Shah Tughlaq (1351-1388). Mereka mempunyai komitmen untuk membangun monumen bersama sebanyak-banyaknya, mulai dari makam, benteng, hingga masjid. Dinasti Tuglaq memerintah Delhi mulai tahun 1320 hingga 1431.
Masjid ini dibangun saat sang Sultan menetap di Jahanpanah, tak jauh dari Desa Khirki. Dikelilingi oleh perumahan penduduk yang padat. Khirki dalam bahasa Urdu berarti jendela, menggambarkan Masjid Khirki mempunyai banyak jendela menghiasi lantai dua.
Bentuknya jarang ditemui pada bentuk masjid sebelumnya. Bentuk tak biasa dari gabungan arsitektur Islam dan Hindu tradisional. Masjid mempunyai empat menara di setiap pojok. Keseluruhan bangunan berbentuk persegi empat dengan luas area 87 meter persegi.
Masjid mempunyai empat halaman besar yang menyediakan banyak cahaya, mengisi ventilasi ke ruang-ruang salat. Tidak seperti masjid yang berhalaman terbuka, halaman di sini dibagi menjadi empat bagian, yang setiap kuartalnya memiliki perkarangan tersendiri.
Bangunan mempunyai pondasi setinggi 3 meter, berbentuk bujur sangkar. Atapnya dibagi menjadi 25 kotak berukuran sama, susunan 9 kubah kecil dengan atap datar. Ada total 81 kubah. Interior, maupun eksteriornya kini dalam tahap pemulihan.
Reporter: Khiththati (India)
