Konten Media Partner

Medco Klaim Kondisi Sekitar Sumur Aman Usai Insiden Keracunan Gas di Aceh Timur

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan Manajemen Medco E&P bersama BPMA mengunjungi seorang korban keracunan gas di Aceh Timur yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh. Foto: Dok. Medco E&P
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Manajemen Medco E&P bersama BPMA mengunjungi seorang korban keracunan gas di Aceh Timur yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh. Foto: Dok. Medco E&P

PT Medco E&P mengklaim saat ini kondisi sumur AS-11 dan area sekitarnya dalam keadaan aman. Pihaknya telah menghentikan aliran sumur tersebut setelah mendapat informasi bahwa ada warga Desa Panton Rayeuk T, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, yang keracunan gas pada Jumat (9/4).

"Sumur AS-11 sedang dalam proses perawatan rutin. Sejak Jumat (9/4), sesaat setelah mendapat laporan warga mencium bau asap yang diduga berasal dari sumur AS-11, tim operasi Medco E&P segera menghentikan aliran sumur. Saat ini, kondisi sumur dan area sekitarnya dalam keadaan aman," ujar VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangan tertulis kepada acehkini, Senin (12/4).

Hal itu juga menjawab terkait insiden keracunan gas di Aceh Timur pada Jumat (9/4) lalu. Sebelumnya berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, total korban keracunan gas yang diduga bersumber sumur gas dan minyak PT Medco E&P Malaka tersebut mencapai 65 orang.

kumparan post embed

Hingga Sabtu (10/4), Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi melaporkan ada 14 orang yang masih mendapat penanganan medis. Sementara sisanya berangsung pulih diperbolehkan pulang.

Menurut Ashadi, korban mengalami sesak napas, mual, pusing, dan muntah-muntah. Menurut Ashadi, dari total korban yang masih dirawat tersebut, 13 orang di antaranya ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur. Sedangkan satu orang dengan kondisi kritis dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin di Kota Banda Aceh.

Setelah insiden keracunan itu, BPBD Aceh Timur mengosongkan Desa Panton Rayeuk T. Semua masyarakat dievakuasi ke Kantor Camat Banda Alam untuk menghindari paparan gas. "Ada 250 jiwa yang kami ungsikan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menyiapkan tenda pengungsian dan kebutuhan bagi para pengungsi. "Logistik juga sudah kami siapkan, seperti dapur umum. Kami melihat perkembangan besok," sebut Ashadi.

Medco Adakan Meugang dan Kunjungi Korban di RSUDZA

Sementara itu, VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangan tertulisnya juga menyampaikan, warga Desa Panton Rayeuk T yang berada di lokasi Kantor Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, setelah kejadian bau asap yang diduga berasal dari sumur AS-11, tetap merayakan tradisi Meugang pada Minggu (11/4).

"Medco mendistribusikan satu ekor sapi, 50 kilogram daging sapi, 20 kilogram iga sapi, dan 40 ekor ayam untuk kebutuhan Meugang," sebutnya.

Medco E&P menyerahkan sapi kepada warga Desa Panton Rayeuk T yang saat ini menempati Kantor Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, untuk merayakan tradisi Meugang. Foto: Dok. Medco E&P

Ia menyebutkan, bantuan itu sebagai penghormatan perusahaan kepada warga yang menjalankan tradisi Meugang. "Kami selalu ikut berpartisipasi dan menghormati tradisi dan budaya masyarakat agar dapat dipertahankan," ujar Arif.

Lebih lanjut, Arif menambahkan, pada Sabtu (10/4), perwakilan Manajemen Medco E&P bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengunjungi seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

"Sementara enam warga di rumah sakit dr Zubir Mahmud sudah diperbolehkan pulang. Kami terus memberikan perhatian penuh pada mereka dan berharap kondisi warga terus membaik," ujarnya.

kumparan post embed