Menikmati 'Nditak' dan 'Pelleng', Kuliner Khas Kota Subulussalam, Aceh

Aneka kuliner tradisional yang mewakili masing-masing suku dari Aceh ditampilkan dalam ajang Aceh Culinary Festival 2019 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Kegiatan yang bertajuk The Authentic Food Experience ini, berlangsung pada 5-8 Juli 2019.
Dari sejumlah kuliner yang ditampilkan di anjungan Kota Subulussalam, ada dua makanan tradisional unik yakni nditak dan pelleng. Dua kuliner ini merupakan makanan legendaris warisan leluhur.
Nditak adalah makanan khas Suku Singkil, sementara pelleng makanan khas Suku Pak-pak. Kedua suku tersebut berdomisili di Kota Subulussalam.
Nditak, biasanya disajikan pada setiap acara syukuran kelahiran, diyakini mujarab untuk stamina dan kesehatan Si ibu yang sedang menyusui.
“Bahan dasar dari makanan tersebut diracik dari beras,” jelas Mariani, Ketua PPK Kota Subulussalam, kepada acehkini, Sabtu (6/7).
Cara membuat nditak tidak terlalu sulit, bahan dasarnya adalah beras yang ditumbuk, kelapa parut, gula, dan sedikit garam. Setelah bahan lengkap, kelapa, gula dan garam diaduk dan dicampur. Kemudian dikentalkan dengan beras yang telah ditumbuk kasar.
Selanjutnya, nditak dapat disantap mentah ataupun dikukus terlebih dahulu. “Makanan ini biasanya disajikan dengan ayam bakar dicincang, atau disebut dengan delabakh manuk,” jelas Mariani.
Sedangkan pelleng, sekilas terlihat seperti nasi kuning. Menu ini biasanya disajikan dalam upacara adat saat melepas kerabat hendak merantau, membuka ladang,hingga panen raya. Bahan utamanya beras dan ayam kampung yang dimasak bumbu gulai.
Makanan ini kaya rempah, beras yang dimasak seperti nasi harus menggunakan air lebih banyak agar lembut, namun tidak boleh terlalu lembek. Nasi itu kemudian ditumbuk, diayak dan dimasak dengan ayam gulai sampai kental.
Tek-tek adalah lauk pelengkap ketika menyantap pelleng. Tek-tek terbuat dari ayam cincang yang telah dicampur bumbu lae asem, atau kuah terbuat dari asam cicala, aneka rempah dan santan. Pelleng disajikan dengan topping ayam tek-tek, dan terkadang hidangan ini ditambah dengan petai atau jengkol.
Selain dua jenis makanan tersebut, Kota Subulussalam juga menghidangkan makanan lainnya, seperti mi runding, lompong sagu, gedah sagu dan makanan khas wilayah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. []
Reporter: Yudiansyah
