Nelangsa Persiraja yang Tak Pernah Menang di Tanah Minang
·waktu baca 3 menit

Ini kisah nelangsa klub kebanggaan warga Kota Banda Aceh, Aceh. Persiraja namanya. Historis pertandingan mencatat bahwa ia, setidaknya dalam rentang satu dekade ini, tidak pernah menang di Tanah Minang. Persiraja kerap harus pulang dengan hasil kalah setelah bertandang ke markas Semen Padang FC.
Meski Persiraja berganti pemilik, pemain, bahkan pelatih, tapi hikayat kalah di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatra Barat, tetap berlanjut. Teranyar, klub berjuluk Laskar Rencong ini meneruskan kegagalan setelah kebobolan tiga gol hingga pertandingan kelar, Jumat (16/9/2022) malam.
Gol pembuka dan penutup dicetak Rosad Setiawan pada menit ke-12 dan ke-68. Adapun Silvio Escobar menciptakan gol kedua lewat sepak penalti pada menit ke-63. Dengan hasil akhir tiga gol tanpa balas, anak asuhan Washiyatul Akmal tak perlu merasa masygul. Sebab ini bukan perkara kekalahan baru.
Riwayat pertandingan Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang FC di laman Liga Indonesia Baru menampilkan fakta. Tapi tidak bikin terkejut. Bahwa, jangankan menang, seri pun tidak bisa Lantak Laju raih di kandang Kabau Sirah–julukan Semen Padang. Yang ada hanyalah kalah tipis.
Misalnya, duel di Liga 2 musim 2018 pada 8 Juli di Stadion Haji Agus Salim yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Semen Padang. Kemudian, kekalahan tercatat dengan skor 3-0 dalam beberapa laga tahun-tahun silam, seperti di Divisi Utama 2007, Divisi Utama 2008, dan Liga Joss Indonesia 2009.
Kekalahan telak juga pernah dialami Persiraja saat melawan Semen Padang di Liga Primer Indonesia pada 15 Juni 2013. Sebagai tuan rumah, Semen Padang membantai Persiraja dengan skor 5-0.
Hasil berbeda baru tercipta sewaktu Persiraja jadi tuan rumah. Seakan dicegat tuah nan angker Stadion H Dimurthala–markas Persiraja di Lampineung, Kota Banda Aceh–Semen Padang juga tidak pernah menang saat bertandang ke sana. Namun, bedanya, kekalahan itu diselingi raihan satu poin atau hasil imbang.
Keangkeran H Dimurthala bukan saja dialami Semen Padang. Klub mana pun bakal sulit menang di stadion yang namanya diambil dari sosok legenda Persiraja. Buktinya, selama pertandingan Liga 2 musim 2018, Persiraja tidak pernah kalah di laga kandang. Ia hanya pernah dua kali seri.
Rekor lebih baik tercatat di Liga 2 musim 2019. Kali ini Persiraja tidak pernah kalah sekaligus seri di laga kandang. Tahun yang sama, ia lolos ke Liga 1 musim 2020 setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 pada perebutan posisi ketiga. Namun, Laskar Rencong hanya bermain semusim di kasta tertinggi sepak bola tanah air sebelum terdegradasi lagi ke Liga 2.
Usai kalah di Haji Agus Salim, Riski Tangse dan kawan-kawan kini bersiap menjalani laga tandang di Stadion Jakabaring, Palembang. Duel dengan Sriwijaya FC itu berlangsung pada 22 September ini. Akankah Laskar Rencong bisa bawa pulang minimal satu poin saja dari sana?
