Konten Media Partner

Pamit dari Aceh, Mayjen TNI Achmad Marzuki: Saya Sedih

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mayjen Ahmad Marzuki dan Nova Iriansyah. Foto: Humas Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Mayjen Ahmad Marzuki dan Nova Iriansyah. Foto: Humas Aceh

Mantan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Achmad Marzuki menggelar acara pamitan dengan Forkopimda Aceh, seiring berakhirnya tugas dan mendapat jabata baru di Mabes TNI. Dia telah digantikan oleh mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen Muhammad Hasan.

Acara pamitan dengan Mayjen Achmad dihadiri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah; Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haythar; Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, serta unsur Forkopimda lainnya, berlangsung di halaman depan Markas Kodam Iskandar Muda, Rabu (2/12/2021).

Mayjen Acmad mengakui sedih harus meninggalkan Aceh, setelah bertugas selama setahun sebagai Pangdam. Tugas itu sebagai yang kedua dijalaninya di Serambi Makkah, setelah sebelumnya pada 2003 atau masa konflik.

“Aceh akan selalu ada di hati saya. Tahun 2003 saya pernah bertugas di Aceh. Waktu itu, saya bawa istri saya yang ragu dengan kondisi Aceh yang rawan saat itu. Tiga minggu sebelum tsunami kami mendapat tugas ke Papua. Dan, istri saya menangis, sedih karena harus meninggalkan Aceh,” katanya.

“Nah, tahun lalu saat mendapat tugas sebagai Pangdam Iskandar Muda, Istri saya pun merasa sangat gembira,” sambung Mayjen Achmad Marzuki.

Menurutnya, banyak hal yang belum maksimal dilakukan. “Mohon maaf apabila selama saya bertugas di sini ada hal yang tidak berkenan. Insya Allah, sepeninggal saya, Aceh jadi lebih maju dan berkembang,” katanya.

kumparan post embed

Mayjen Achmad ikut mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus menjaga silaturrahmi dan kekompakan. Aceh juga disebut memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera. “Potensi Aceh sangat besar. Saya yakin, suatu saat nanti, Aceh akan kembali berjaya seperti masa lalu,” katanya.

Sementara itu, kepada prajurit Sanggamara, Mayjen Achmad berpesan agar selalu melakukan dan mempersembahkan yang terbaik untuk Aceh. “Pesan saya kepada prajurit Sanggamara, lakukan yang terbaik untuk Aceh, semampu kita sekuat kita. Kami berharap hal baik yang telah saya lakukan dapat dilanjutkan, bahkan lebih baik lagi,” pungkas Mayjen Achmad Marzuki.

Dalam kegiatan pemitan tersebut, Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Pangdam Iskandar Muda dan Ketua DPRA turut melepas konvoi para abang becak yang baru saja mendapatkan sumbangan sembako dari Pangdam.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh ikut mengingatkan para abang becak untuk tetap berhati-hati saat mencari sewa dan tetap menerapkan protokol kesehatan, agar Aceh terhindar dari kejadian gelombang ketiga COVID-19, yang saat ini melanda sejumlah negara besar di Eropa.

“Selalu berhati-hati, patuhi aturan lalu lintas dan selalu taat protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19,” ujar Gubernur berpesan. []