Pasien di Pulo Aceh: Dibungkus Plastik, Dibawa Berobat Pakai Boat

Seorang pasien kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, terpaksa dibawa memakai boat nelayan di tengah hujan, untuk berobat ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA). Tubuhnya dibungkus plastik, agar tak basah.
Kecamatan Pulo Aceh adalah kepulauan yang terdiri dari dua gugusan pulau, Pulo Nasi dan Pulau Breuh. Dipisah laut, jaraknya sekitar 30 kilometer dari Ulee Lheu, Banda Aceh.
Pasien yang dibawa dengan boat itu bernama Muslihat, warga Gampong Pasie Janeng, Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh. Dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, pada Rabu malam (9/10). Pria 14 tahun itu mengalami luka parah di bagian muka, karena kecelakaan lalu lintas.
Warga Pasie Janeng, Fadhil (41 tahun), mengatakan Muslihat mengalami kecelakaan lalu lintas pada Rabu (9/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Muslihat kemudian dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Pulo Nasi.
"Akibat luka parah, dia tidak sanggup ditangani oleh bidan yang ada di Pustu, sehingga harus dirujuk ke Banda Aceh," kata Fadhil dihubungi acehkini, Kamis (10/10).
Setelah dari Pustu, Muslihat dirujuk ke Banda Aceh sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan perahu nelayan. "Di sini, fasilitas kesehatan cuma Pustu. Kalau parah harus dibawa ke Banda Aceh menggunakan boat nelayan," kata dia.
Saat dirujuk dengan perahu nelayan, kawasan Pulo Aceh sedang dilanda hujan. Badan Muslihat tampak dibaluti dengan plastik agar terhindar dari hujan yang tengah mengguyur.
