Konten Media Partner

Petugas Vaksinasi COVID-19 di Aceh Barat Daya Diserang Warga, Peralatan Hancur

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas vaksinasi COVID-19 diserang warga saat melakukan penyuntikan vaksin di PPI Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Selasa (28/9) pagi. Foto: Screenshot Instagram/rameunedotcom
zoom-in-whitePerbesar
Petugas vaksinasi COVID-19 diserang warga saat melakukan penyuntikan vaksin di PPI Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Selasa (28/9) pagi. Foto: Screenshot Instagram/rameunedotcom

Petugas vaksinasi COVID-19 diserang warga saat melakukan penyuntikan vaksin di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (28/9) pagi. Peralatan vaksinasi milik petugas hancur diubrak-abrik masyarakat.

Penyerangan ini diduga karena masyarakat menolak ikut vaksin COVID-19. Syahril, warga setempat, mengatakan, keberadaan petugas vaksinasi di PPI Ujung Serangga membuat warga setempat, termasuk nelayan dan penjual ikan kesal.

“Akibat ada petugas vaksin warga takut datang ke PPI Ujung Serangga, dan ikan mereka tidak habis terjual,” ujar Syahril kepada jurnalis.

Peralatan vaksinasi COVID-19 milik petugas hancur diubrak-abrik warga saat melakukan penyuntikan vaksin di PPI Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Selasa (28/9). Foto: Screenshot Instagram/rameunedotcom

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya Safliati mengatakan vaksinasi di PPI Ujung Serangga pagi tadi dilakukan oleh delapan petugas Puskesmas Sangkalan. Kini mereka disebut sedang memberikan keterangan di Kepolisian Resor Aceh Barat Daya.

"Alhamdulillah baik-baik saja semua petugas, cuma tadi ada yang sedikit syok," kata Safliati kepada acehkini, Selasa (28/9).

Safliati mengakui ada peralatan vaksinasi dirusak warga. Namun ia mengatakan belum memperoleh informasi pasti apakah ada dosis vaksin yang hancur.

"Kami belum klarifikasi ke tim karena tim masih di sana (Polres), saya pun belum sempat menanyakan berapa yang sudah terpakai (vaksin) dan berapa yang memang tidak ada lagi. Berapa yang dibawa tadi yang tahu (petugas) puskesmas kan," tuturnya.

instagram embed