kumparan
25 April 2019 9:53

Polisi Tangkap 1 Anggota KKB di Aceh usai Baku Tembak selama 45 Menit

Barang bukti yang diamankan oleh kepolisian. Foto: Ditreskrimum Polda Aceh
Kepolisian Resort (Polres) Aceh Timur bersama Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terlibat kontak senjata dengan tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dusun Seuneubok Teungoh, Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (24/4).
ADVERTISEMENT
Kontak senjata yang berlangsung selama 45 menit itu menewaskan seorang anggota KKB. Selain itu, pihak kepolisian berhasil menangkap satu anggota KKB, sedangkan satu orang lainnya berhasil melarikan diri.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, menuturkan kontak senjata antara kepolisian dan kelompok bersenjata itu berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat tentang keberadaan KKB di salah satu rumah warga di Kecamatan Peureulak Timur.
Polisi mendapat perlawanan dari anggota KKB ketika hendak melakukan penangkapan. Kelompok bersenjata itu melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah polisi.
"Kepolisian meminta mereka menyerahkan diri. Karena mereka tidak menghiraukan, sehingga terjadi kontak senjata selama 45 menit antara KKB dengan petugas kepolisian," ucap Agus kepada Acehkini, Kamis (25/4).
ADVERTISEMENT
Nasir Agung (45), yang diduga merupakan pemimpin kelompok itu, tewas tertembak di dada sebelah kiri dalam kontak senjata tersebut. Agus mengatakan Nasir merupakan warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Dia sudah menjadi buronan Polres Lhokseumawe karena melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Lhokseumawe.
Menurut Agus, Nasir juga pernah terlibat kasus penculikan. Selain Nasir, polisi berhasil menangkap Mahdi (34), warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur. Sementara seorang anggota KKB lainnya atas nama Sofyan alias Apuy berhasil melarikan diri.
Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan itu, di antaranya 3 pucuk senjata api laras panjang yang terdiri dari 2 pucuk jenis AK 56 dan 1 pucuk AK 47, 3 buah magazine AK, amunisi AK sekitar 400 butir, 5 buah selongsong AK, 3 buah borgol, 2 unit handphone, 3 buah tas pinggang, 1 buah tasbih, dan 2 lembar surat aturan Tentara Mujahidin. []
ADVERTISEMENT
Reporter: Habil Razali
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan