Konten Media Partner

Rekor Tertinggi Harian 4 Bulan Terakhir, Positif COVID-19 Aceh Tambah 124 Orang

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mencuci tangan menjalani protokol kesehatan, sebelum masuk arena Aceh Festival Ramadhan di Taman Budaya. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencuci tangan menjalani protokol kesehatan, sebelum masuk arena Aceh Festival Ramadhan di Taman Budaya. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Kasus harian konfirmasi positif COVID-19 di Aceh bertambah lagi 124 orang, mencatat rekor tertinggi dalam empat bulan terakhir. Sebanyak 1.000 orang lebih sedang menjalani perawatan, sementara penderita yang sembuh bertambah 119 orang, dan 2 orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG dalam keterangan tertulisnya kepada awak media. “Angka penambahan 124 orang dalam sehari, merupakan kasus harian tertinggi dalam empat bulan terakhir,” jelasnya Minggu dini hari (2/5/2021).

SAG menuturkan penambahan kasus harian yang lebih seratus orang ini hendaknya menjadi alarm bagi semua orang untuk ikut menghambat laju penularan virus corona di masyarakat. Seperti mencegah penularan virus corona dalam komunitas melalui interaksi sosial antarpersonal, dan dari personal kepada komunitasnya.

Menurutnya, pencegahan penularan COVID-19 dalam suatu komunitas sangat tergantung pada kesadaran setiap individu untuk bertanggung jawab melindungi orang lain di sekitarnya. Protokol kesehatan merupakan instrumen pengendalian perilaku baru yang paling efektif melindungi diri dan masyarakat dalam setiap komunitas.

“Setiap individu harus didorong untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun sesering mungkin, menghindari kerumunan, dan mengkonsumsi makanan yang baik dan halal,” katanya.

Masyarakat juga tidak bersikap permisif terhadap oknum yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang mengabaikan protokol kesehatan haruslah diberikan teguran. “Bentuk sanksi sosial yang diberikan harus terukur dan tidak terjatuh pada tindakan main hakim sendiri yang melanggar hukum. Tujuan baik harus dilakukandengan cara-cara yang baik pula,” katanya mewanti-wanti.

Pada skala rumah tangga, kepala keluarga sudah selayaknya mewajibkan setiap anggota keluarganya menjalankan protokol kesehatan, mendorongnya ikut vaksinasis COVID-19 untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok.

Ilustrasi vaksinasi corona di Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Update COVID-19 Aceh

Saifullah Abdulgani melaporkan dengan sejumlah penambahan tersebut, tercatat sampai Sabtu (1/5/2021) total kasus COVID-19 di Aceh sebanyak 11.169 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.717 orang. Pasien masih dirawat 1.012 orang, dan jumlah meninggal dunia sebanyak 440 orang.

“Dua orang yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing warga Gayo Lues dan Pidie Jaya,” tambah SAG

Lebih lanjut, kasus probable secara akumulatif sebanyak 709 orang, meliputi 624 orang sudah selesai isolasi, 9 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai COVID-19.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.891 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.695 orang, sedang isolasi di rumah 151 orang, dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit sebanyak 45 orang. []