Rina Meninggal setelah Sidang, Sang Ayah Gantikan Wisudanya

(Ada perbaikan judul berita, sebelumnya tertulis "Rina Meninggal Sehari setelah Sidang, Sang Ayah Gantikan Wisudanya". Selanjutnya di badan berita, ada perubahan tanggal sidang skripsi (Alm) Rina, sebelumnya tertulis "4 Februari 2019", seharusnya sidang berlangsung pada "24 Januari 2019". Mohon maaf atas kekeliruan kami)
Rina Muharami, mahasiswa program studi Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, meninggal sehari setelah menjalani sidang skripsi sarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Wisuda almarhumah kemudian digantikan sang ayah, Rabu (27/2) di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Darussalam.
Rina Muharami yang berusia 23 tahun itu menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019. Tetapi beberapa hari kemudian atau pada 5 Februari 2019, perempuan yang tinggal di Desa Cot Rumpun, Blang Bintang, Aceh Besar, itu meninggal dunia karena sakit.
Prosesi wisuda kelulusan almarhumah kemudian diwakili oleh sang ayah pada Rabu (27/2). Seperti layaknya wisudawan lainnya, sang ayah naik ke atas pentas untuk menerima ijazah almarhumah putrinya.
Berbeda dengan wisudawan yang mengenakan baju toga, sang ayah tampil mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan memakai peci hitam.
Video prosesi wisuda yang mengharukan itu diunggah oleh akun media sosial Instagram @uin_arraniry_official dan telah disaksikan oleh ribuan orang. "Bagi ayah Rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana," tulis akun Instagram resmi UIN Ar-Raniry itu di keterangannya.[]
Reporter: Habil Razali
