Sandiaga Resmikan Tower Mangrove di Langsa: Destinasi Bukan Kaleng-kaleng

Konten Media Partner
16 April 2022 13:28
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sandiaga Resmikan Tower Mangrove di Langsa: Destinasi Bukan Kaleng-kaleng  (4120)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno (tengah) bersama Kadisbudpar Aceh dan Wali Kota Langsa di Taman Hutan Mangrove. Foto-foto: Disbudpar
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Kota Langsa, Aceh. Di sana, Sandi meresmikan Tower Mangrove Forest Park dan berkunjung ke Desa Wisata Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Jumat (15/4/2022).
ADVERTISEMENT
Dalam kunker tersebut, Sandiaga Uno bersama rombongan Kemenparekraf didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin, serta Wali Kota Langsa, Usman Abdullah.
Di Taman Mangrove, Sandi mengapresiasi Wali Kota Langsa yang telah berhasil membangun mahakarya wisata hutan mangrove yang begitu besar. “Kita tahu hutan mangrove ini memiliki daya tarik yang sangat digemari karena isu perubahan iklim. Selain itu hutan mangrove ini adalah pabrik oksigen,” kata Sandi.
Sandiaga Resmikan Tower Mangrove di Langsa: Destinasi Bukan Kaleng-kaleng  (4121)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga menandatangani prasasti peresmian.
Menurutnya, Mangrove Forest Park di Kota Langsa merupakan destinasi ‘bukan kaleng-kaleng’. Destinasi berskala internasional dari Indonesia dan merupakan salah satu hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara.
“Hutan mangrove ini berhasil menjadi juara satu pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards dalam kategori ekowisata populer pada tahun 2019,” sebutnya.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, ia meminta Direktur Event Daerah di Kemenparekraf, Reza Pahlevi, membuat event berskala internasional di destinasi Mangrove Forest Park di Kota Langsa. “Komunitas terus dibuat, jangan pake ribet dan ruwet, langsung hajar aja bikin komunitasnya, ketuanya Pak Wali Kota,” katanya.
Ia berharap kepada pemimpin Kota Langsa yang baru agar terus mengembangkan lokasi ini menjadi destinasi unggulan. “Semoga dapat memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Langsa. Kita harus berkolaborasi bangkitkan ekonomi, buka lapangan kerja dan bertransisi ke ekonomi baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Langsa Usman Abdullah menganggap kedatangan Menparekraf ke Langsa membangkitkan semangat pemerintah daerah dan anak-anak muda dalam membangun sektor pariwisata.
“Kami bersyukur dengan hadirnya Pak Menteri Sandiaga Uno kemari semangat luar biasa, baik secara moril dan psikologis dapat membangkitkan semangat kreatif masyarakat dan penggiat wisata di Langsa,” ujar Toke Suum, sapaan akrab Wali Kota Langsa.
ADVERTISEMENT
Ia melaporkan, luas lokasi wisata hutan mangrove ini sekitar 8.000 hektare. Kalau digabungkan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Timur totalnya menjadi 20 ribu hektare.
“Hari ini tempat wisata hutan mangrove yang dikelola menjadi ekowisata bekerja sama dengan Disbudpar Aceh mencapai 800 hektare lebih. Di sini tumbuh lebih kurang 30 spesies mangrove dan juga ada jenis mangrove yang langka,” sebutnya.
Destinasi hutan mangrove ini, kata dia, berdiri sejak tahun 2013 dan terus berlanjut hingga sekarang. Tinggi Tower Mangrove Forest Park mencapai 45 meter terdiri dari 8 lantai.

Sandi Kunjungi Desa Wisata Cinta Raja

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Desa Wisata Cinta Raja, Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata alam.
Diketahui, Desa Wisata Cinta Raja yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari Kota Langsa ini menjadi lokasi persinggahan burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia.
ADVERTISEMENT
"Desa wisata Cinta Raja ini menjadi suatu destinasi yang sangat spesial. Karena memiliki keunikan satwa yaitu burung-burung yang datang (bermigrasi) dari seluruh dunia," kata Sandi.
Sandiaga Resmikan Tower Mangrove di Langsa: Destinasi Bukan Kaleng-kaleng  (4122)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga kunjungi Desa Wisata Cinta Raja, Langsa
Kata Sandi, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik disertai dengan peningkatan kelengkapan amenitas dan aksesibilitas yang diperlukan, dan penambahan atraksi melalui dair event-event yang menarik. Dengan harapan, potensi yang telah ada di Desa Cinta Raja dapat semakin meningkat dan berkembang.
"Saya melihat kalau dikelola dengan baik seperti ini, ditambah dengan amenitas dan aksesibilitas yang lebih baik serta atraksi tambahan melalui event-event, desa ini bisa menjadi destinasi unggulan. Karena menurut saya, kegiatan bird watching di Desa Cinta Raja ini adalah bentuk best practice dari ecotourism," kata Menparekraf. []
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020