Konten Media Partner

Sekolah di Banda Aceh Mulai Tatap Muka, Protokol Kesehatan Diperketat

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meninjau sekolah.
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meninjau sekolah.

Sekolah-sekolah di Banda Aceh mulai menerapkan pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021, Senin (4/1/2021). Wali Kota Banda Aceh meminta para guru memperketat protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman didampingi Kadis Pendidikan Banda Aceh, Saminan dan jajarannya, saat meninjau proses belajar tatap muka di SDN 67 Percontohan dan SMP 19 Percontohan Banda Aceh di Lamlagang.

Kata Wali Kota, kehadirannya ingin memastikan seperti apa kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana di mana sekolah harus benar-benar dapat menjalankan sesuai keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.

Aminullah mengatakan, seluruh sekolah SD dan SMP di Banda Aceh mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka mulai hari ini. "Namun dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Sekolah harus memastikan anak-anak disiplin dan patuh. Saya lihat mereka bisa melakukannya, mulai memasuki pekarangan mereka sudah jaga jarak, cuci tangan, kemudian pakai masker dan faceshield. Di kelas juga mereka diatur jaraknya," katanya.

Lanjutnya, proses belajar tatap muka ini tidak diikuti oleh semua murid, tujuannya agar tidak terjadi kerumunan. "Hari ini misalnya, murid yang hadir 50 persen dari jumlah keseluruhan. Sisanya mereka mengikuti proses belajar besoknya, diatur shiftnya," ungkap wali kota.

Suasana belajar tatap muka di Banda Aceh.

Wali Kota memastikan, pemantauan akan terus dilakukan setiap saat dan dirinya terus mengingatkan pihak sekolah, terutama guru memantau seluruh peserta didik agar tidak melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Bukan hanya di sekolah ini saja, sekolah lain dalam seluruh wilayah kota akan kita pantau terus. Jika nanti ada kasus COVID-19, akan dievaluasi dan bisa saja sekolah kita tutup kembali. Jadi kita minta semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan agar bisa berjalan sukses," katanya.

Dia menambahkan, tingkat kesembuhan COVID-19 di Banda Aceh sebesar 94 persen, di atas rata-rata angka kesembuhan dunia, nasional dan Provinsi. Kita harap kondisi ini terus membaik. “Saat ini Banda Aceh berada di zona orange. Kita targetkan di akhir Januari bisa ke zona kuning atau hijau, sehingga semua jenjang sekolah bisa dijalankan belajar tatap muka, termasuk PAUD," jelasnya. []