Selain Vaksin Sinovac dan Moderna, Aceh Mulai Vaksinasi Menggunakan Pfizer

Konten Media Partner
21 Oktober 2021 11:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Selain Vaksin Sinovac dan Moderna, Aceh Mulai Vaksinasi Menggunakan Pfizer (178821)
searchPerbesar
Petugas vaksinasi massal bersiap untuk menyuntikkan vaksin ke warga di gedung Banda Aceh Convention Hall. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, menyampaikan bahwa pilihan vaksin pencegah virus corona kian beragam di Aceh. Selain Sinovac dan Moderna yang digunakan sebelumnya, kini vaksin Pfizer mulai meramaikan vaksinasi COVID-19 di Aceh.
ADVERTISEMENT
"Koordinator Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh, dr Iman Murahman mengabarkan vaksin Pfizer mulai ditawarkan kepada masyarakat yang ikut vaksinasi massal di Banda Aceh Convention Hall hari ini,” ujar Saifullah dalam keterangannya kepada jurnalis, Kamis (21/10).
Ia menjelaskan, vaksin Pfizer yang memiliki merek dagang Comirnaty itu merupakan hasil kerja sama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer. Keduanya sepakat memproduksi vaksin jenis messenger RNA (mRNA) tanpa komponen virus SARS-CoV-2, sebagaimana vaksin Moderna.
Selain Vaksin Sinovac dan Moderna, Aceh Mulai Vaksinasi Menggunakan Pfizer (178822)
searchPerbesar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. Foto: Dok. Humas Setda Aceh
Vaksin mRNA, lanjut SAG, bekerja dengan cara mengirim pesan kepada sistem sel untuk membentuk protein unik bagi virus corona (SARS-CoV-2) sehingga memicu respon kekebalan di dalam tubuh terhadap penyakit COVID-19.
"Hasil uji klinis tahap III membuktikan vaksin Pfizer memiliki efikasi mencapai 95 persen," sebutnya.
ADVERTISEMENT
Saifullah mengatakan, vaksin Pfizer diberikan dua dosis dengan jeda 21 hari antara suntikan dosis I dengan dosis II. Selain anak usia di bawah 12 tahun, semua golongan umur dapat menerima vaksin Pfizer untuk imunitas tubuhnya dari serangan virus corona, dengan catatan belum menerima vaksin Sinovac maupun vaksin Moderna.
Selain Vaksin Sinovac dan Moderna, Aceh Mulai Vaksinasi Menggunakan Pfizer (178823)
searchPerbesar
Warga bersiap untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar Pemerintah Aceh di gedung Banda Aceh Convention Hall. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Ia menambahkan, penderita komorbid seperti hipertensi, asma, diabetes, dan penyakit infeksi yang terkontrol dapat diberikan vaksin Pfizer sesuai kartu kendali medis. Begitu juga penderita penyakit penyerta yang berisiko tinggi apabila terinfeksi virus corona. "Vaksinasi bagi penderita komorbid dan memiliki risiko tinggi itu tentu melalui skrining yang ketat," kata Saifullah.
Lebih lanjut, ia menambahkan, vaksin Pfizer juga dapat diberikan kepada wanita hamil dan menyusui. Khusus wanita hamil, dapat memilih vaksin Pfizer apabila usia kehamilannya sudah memasuki trismester II. Sedangkan para penyintas COVID-19 yang ingin divaksinasi dengan Pfizer, harus menunggu tiga bulan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19.
Selain Vaksin Sinovac dan Moderna, Aceh Mulai Vaksinasi Menggunakan Pfizer (178824)
searchPerbesar
Petugas vaksinasi memperlihatkan vaksin yang digunakan pada vaksinasi massal di gedung Banda Aceh Convention Hall. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Menurut referensi, sambung Saifullah, belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terbilang fatal akibat divaksinasi dengan Pfizer. Efek samping vaksin ini umumnya sakit kepala, nyeri persendian, nyeri otot, nyeri atau bengkak pada bekas suntikan, kelelahan, demam, dan meninggal. KIPI serupa juga ditemukan pada jenis vaksin lainnya.
ADVERTISEMENT
"Vaksin Pfizer terbukti aman dan ampuh membentuk kekebalan tubuh dari ancaman virus corona. Kehadirannya hendaknya dapat lebih menyemarakkan vaksinasi COVID-19 di Aceh," imbuh Saifullah.
Update Data Kasus COVID-19 di Aceh
Selanjutnya, Saifullah juga melaporkan kasus kumulatif COVID-19 di Aceh hingga 20 Oktober 2021 sudah mencapai 38.241 orang. "Pasien COVID-19 yang sedang dirawat tinggal 256 orang, yang sudah sembuh 35.951 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sudah mencapai 2.034 orang," ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020