Sempat Dipadamkan Karena Banjir, Listrik Mulai Normal di Aceh Utara dan Timur

Setelah sempat dipadamkan karena terdampak banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur, sistim kelistrikan kembali berangsur normal. Banjir mulai surut, dan curah hujan menurut.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh Jefri Rosiadi, melalui Manajer Komunikasi PLN Aceh, T. Bahrul Halid, mengatakan kondisi kelistrikan di Aceh Timur dan Aceh Utara berangsur normal di sebagian lokasi yang terkena banjir (Aceh Timur dan Aceh Utara), sejak Senin siang.
“Air yang masuk ke ruang kontrol utama di PLN Unit Layanan Pelanggan sudah surut dan gardu di lapangan pun sebagian sudah tidak lagi kena banjir,” katanya Selasa (8/12).
Menurutnya, di Aceh Timur saat ini masih tersisa 36 gardu listrik dengan jumlah pelanggan padam sekitar 2.100 pelanggan yang tersebar di Kecamatan Banda Alam, Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Indramakmur, Rantau Peureulak, Kecamatan Semenah Jaya, Kecamatan Peureulak Barat, dan Peureulak Timur dengan total beban 1,7 MW.
"Di Aceh Utara, yang masih padam total jurusan Buket Hagu itupun karena ada jaringan kita yang rusak akibat tumbang pohon karena digerus banjir, sementara yang masih tahap penormalan di Kecamatan Cot Girek, Matangkuli, Kecamatan Lhoksukon dan Lapang, total gardu yang masih padam 170 gardu dari 414 gardu dengan jumlah pelanggan sekitar 11.288 pelanggan,” lanjutnya.
Bahrul melanjutkan, PLN akan terus berupaya maksimal untuk melakukan perbaikan dan penormalan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi banjir yang masih mengenangi dibeberapa lokasi.
"Tim kami saat ini masih bekerja ekstra melakukan penormalan di lokasi yang sudah memungkinkan untuk kita nyalakan kembali, kami tidak ingin gegabah di situasi seperti ini, keselamatan jiwa menjadi pertimbangan utama kami,” jelasnya.
Atas nama PLN, dia meminta maaf karena terganggunya pasokan listrik kepada pelanggan dalam dua hari terakhir ini, dan berharap agar masyarakat bisa bersabar dalam masa penormalan secara bertahap ini.
Diberitakan sebelumya, bencana banjir yang melanda Aceh Utara dan Aceh Timur berimbas terhadap pelayanan PLN kepada masyarakat, hal ini disebabkan debit air sungai yang meluap semakin meningkat sehingga merendam sejumlah gardu PLN. []
