kumparan
KONTEN PUBLISHER
13 Maret 2019 18:08

Semua Warga di Desa Sikundo, Dapat Rumah dari Pemerintah Aceh

sikundo1.jpeg
Kadis Sosial, Alhudri menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Sikundo, saat mengunjungi kawasan terpencil itu. Foto: Dok. BPBA
Membantu masyarakat terpencil di Desa Sikundo, Kecamatan Pantee Cermen, Kabupaten Aceh Barat, Pemerintah Aceh membangun 39 unit rumah program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) milik Dinas Sosial Aceh. Rumah KAT adalah rumah Tipe 24.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek, dan rombongan mengunjungi Desa Sikundo, Rabu (13/3), guna meninjau lokasi sebelum dilakukan Bakti Sosial dan peletakan batu pertama pembangunan rumah.
Alhudri mengatakan, ide pembangunan rumah di desa terpencil itu, dipicu permintaan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Dinas Sosial Aceh dan BPBA untuk melakukan bakti sosial di sana. Memastikan pembangunan lancar, Alhudri mengaku sudah menanyakan langsung kepada Camat Pantee Cermen T Juanda, dan PPTKnya Safwan.
"Untuk pembangunan rumah KAT di Dusun Durian akan dibangun 30 unit dan Dusun Sara Saree 9 unit rumah KAT," katanya.
Dusun Durian dan Dusun Sara Saree adalah dua dusun di Desa Sikundo yang dihubungkan dengan jembatan ayun (jembatan tali). Sementara untuk jembatan tersebut Pemerintah Aceh akan membangun tahun ini. "Jembatan ini akan dibangun oleh Pemerintah Aceh tahun ini," kata Alhudri.
ADVERTISEMENT
Alhudri menambahkan, program pemberdayaan KAT ini tidak hanya sebatas membangun rumah namun selama 2-3 tahun akan menjadi prioritas perhatian pemerintah, seperti akan pemberian Jaminan Hidup (Jadup), pembagian alat-alat pertanian dan peternakan.
Alhudri juga mengatakan, program KAT bukan merupakan program pertama di Dinas Sosial Aceh, sebelumnya Dinas Sosial Aceh juga telah melakukan program tersebut di Aceh Timur tepatnya di Julok (2016) dan Bireum Bayeun (2018). Kemudian di Kabupaten Bener Meriah wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Desa Pantan Sinaku (2017), dan terakhir direncanakan di Sikundo.
Sikundo1.jpg
Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dadek berdiskusi bersama warga terpencil, Desa Sikundo, Aceh Barat. Dok. BPBA
Sementara Teuku Ahmad Dadek mengatakan, Sikundo adalah daerah yang baru saja terlepas dari keterisoliran setelah pembangunan jembatan. Jika sebelumnya masyarakat menggunakan jembatan tali yang menghubungkan antara Sikundo dengan Gampong Jambak, sekarang sudah dibangun jembatan gantung yang bisa dilalui kendaraan empat roda.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk jembatan tali yang menghubungkan Dusun Durian dengan Dusun Sara Saree akan dibangun tahun ini. "Tujuan kami hari ini untuk melihat kondisi apa yang bisa kita lakukan dan melihat langsung kebutuhan masyarakat di Sikundo sebelum dilakukan bakti sosial,” katanya.
Kepala Desa Sikundo, Ahmad Juhari, mengharapkan Pemerintah Aceh segera merealisasikan rencana tersebut, karena menurutnya banyak warganya yang membutuhkan rumah layak. "Selain itu kita juga meminta pemerintah Aceh untuk membantu bidang perekonomian masyarakat, seperti pertanian, dan juga transportasi," katanya.
Ahmad Juhari juga mengatakan, Desa Sikundo memiliki wilayah luas wilayah 12 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 138 orang atau 39 kepala keluarga (KK). Menurutnya, semua masyarakat Sikundo tercatat sebagai warga miskin dengan mata pecarian sebagai buruh tani kopi, nilam, jengkol, dan kacang tanah. []
ADVERTISEMENT
Acehkini
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan