Konten Media Partner

Solusi Tiket Pesawat Mahal bagi Persiraja: Pemain Wajib Punya Paspor

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Persiraja Banda Aceh menjalani latihan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Foto: Dok. Persiraja
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persiraja Banda Aceh menjalani latihan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Foto: Dok. Persiraja

Jelang melakoni kompetisi Liga 2, pemain dan ofisial Persiraja Banda Aceh diwajibkan untuk memiliki paspor. Intruksi ini disampaikan presiden klub berjuluk Laskar Rencong tiu di tengah fenomena mahalnya harga tiket pesawat.

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, menyatakan keputusan tersebut diambil manajemen klub mengingat biaya perjalanan dengan transit di Malaysia lebih murah ketimbang mengambil rute Banda Aceh-Jakarta.

“Kalau misalnya bermain tandang ke Solo, lewat Jakarta harga tiket bisa sampai Rp 4 juta (per orang). Kalau lewat Kuala Lumpur hanya satu juta sekian,” ujar Dek Gam dalam siaran pers kepada jurnalis, Selasa (21/5).

Sebagai tim dari daerah paling ujung di Sumatera, sebut Dek Gam, Persiraja sangat dirugikan dengan kondisi harga tiket yang mahal.

Pada musim 2018, Persiraja menghabiskan biaya hingga Rp 2 miliar untuk perjalanan saat laga tandang saja. Persiraja, lanjut Dek Gam, juga memberikan solusi, yakni mengusulkan agar PSSI menambah subsidi untuk Laskar Rencong.

Jumpa pers manajemen Persiraja terkait persiapan Liga 2 musim ini. Foto: Dok. Persiraja

“Alternatif lainnya kita akan coba mengusulkan agar laga tandang jangan sekali, tapi tiga kali. Jadi, dalam sekali kita berangkat (laga tandang) bisa bertanding tiga kali di kandang lawan, jadi kita bisa menghemat cukup besar,” katanya.

Lebih lanjut, Nazaruddin Dek Gam menyampaikan kemungkinan untuk Garuda Indonesia memberi diskon kepada tim Aceh dalam bermain tandang. "Garuda Indonesia itu awalnya dari Aceh, minta diskon tiket 50 persen untuk Persiraja saya pikir sah-sah saja. Masa Garuda Indonesia bisa jadi sponsor Liverpool tapi tidak bisa mendukung Persiraja," ujarnya.

Saat ini, manajemen Persiraja sudah menunjuk Hendri Susilo sebagai pelatih kepala dibantu tiga asisten, yaitu Akhyar Ilyas, Wahyu AW, dan Effendi. Sementara untuk pelatih kiper, posisinya masih dipercayakan kepada Sisgiardi.

Seleksi pemain juga juga sudah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu. Ada beberapa pemain lokal yang diundang oleh pelatih untuk mengikuti seleksi. Hasilnya, pelatih sudah mengantongi 26 pemain yang selanjutnya akan dikontrak.

Komposisi pemain musim 2019 banyak diisi wajah-wajah lama sekitar 70 persen. Sementara 30 persen akan diisi oleh wajah-wajah baru, sesuai dengan pilihan tim pelatih. Teranyar, pelatih Hendri Susilo baru merekrut satu striker, yaitu Irvan Yunus Mofu.

kumparan post embed

Menjelang berkompetisi di Liga 2 musim ini, Nazaruddin Dek Gam menyatakan persiapan tim sudah sangat matang, tinggal melakukan penandatanganan kontrak dengan seluruh pemain. Setelah penandatanganan kontrak yang akan dilakukan beberapa hari ke depan, semua pemain Persiraja musim 2019 bakal diumumkan ke publik.

"Tapi pelatih juga masih memantau beberapa pemain baru lagi, nanti akan ada kejutan siapa pemain baru itu," tuturnya.

Salah satu pemain lama Persiraja yang hingga kini belum bergabung yaitu Husnudzon. "Saya pastikan husnuzan, musim ini tetap berkostum Persiraja," tegas Dek Gam.

Kompetisi Liga 2 musim 2019 dijadwalkan bergulir pada 15 Juni 2019, Persiraja berada di wilayah barat bersama klub-klub Sumatera dan sebagian tim dari pulau Jawa.

Reporter: Husaini Ende