Tambang Bijih Besi di Aceh Selatan Longsor: 2 Meninggal, 3 Luka-Luka

Lokasi tambang bijih besi dan mineral pengikutnya di Desa Simpang Dua, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, longsor pada Minggu (14/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, 2 penambang meninggal dunia dan 3 mengalami luka-luka.
"Hasil penyelidikan, mereka menambang pada malam hari. Dua orang yang kena longsor meninggal sudah dibawa ke rumah duka dan sudah dikebumikan. Tiga korban yang sakit sedang dirawat," ujar Kepala Kepolisian Resor Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho kepada acehkini, Rabu (17/3).
Menurut Ardanto, penambangan bijih besi dan mineral pengikutnya di lokasi tersebut dilakukan dengan cara menggali dan melubangi tanah. Karena itu, ketika terjadi longsor, penambang di dalam lubang tertimbun. Lima korban itu adalah warga Kecamatan Kluet Tengah.
Ardanto menyebut, korban menambang dalam areal PT Pinang Sejati Utama (PSU) yang bekerja sama dengan sebuah koperasi. Berdasarkan penyelidikan polisi, penambangan di lokasi tersebut pada siang hari dilakukan perusahaan dan malam hari dilakukan masyarakat sekitar.
"Tidak ada titik temu antara penambangan oleh perusahaan itu dengan masyarakat, kayak membagi jadwal begitu. Namun, ini masih kami lidik," ujar Ardanto.
Ardanto menjelaskan, PT PSU memiliki izin menambang di kawasan tersebut. Polisi akan mendalami kasus longsor yang merenggut nyawa ini. "Memang mereka punya izin, tetapi masih kami dalami. Proses penyelidikan di Polres tetap kami lakukan," sebutnya.
