kumparan
23 Mar 2019 20:49 WIB

Terkait Fatwa Game PUBG, MPU Aceh: 3 Tahun Lalu Sudah Kita Ingatkan

Ilustrasi game perang. Foto: PUBG
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Terkait pertimbangan itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan sejak 3 tahun lalu telah mengeluarkan tausiah atau rekomendasi terkait game daring.
ADVERTISEMENT
"MPU Aceh sejak dulu pernah merekomendasikan kepada Pemerintah Aceh agar menertibkan semua game-game online. Sekitar tiga tahun lalu kita sudah mengingatkan pemerintah agar itu ditertibkan," kata Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku H Faisal Ali, dihubungi Acehkini, Sabtu (23/3).
Teungku Faisal menyebutkan, MPU Aceh telah mengeluarkan tausiah atau rekomendasi kepada Pemerintah Aceh tentang kajian game online. Dalam kajian tersebut, bukan hanya membahas khusus pada sebuah game tapi semua game daring.
Selain itu, MPU Aceh saat itu turut merekomendasikan mengenai warung internet (warnet) tidak membuat bilik tertutup, anak-anak tidak boleh ke warnet pada waktu belajar sekolah, dan ketentuan game-game yang bisa dimainkan oleh anak-anak.
"Jadi kita bukan game itu (PUBG) saja, tapi semua game online ditertibkan agar jangan sampai anak-anak kita mewabah dengan game itu karena akan memunculkan efek yang tidak baik," tutur pria yang akrab disapa Lem Faisal itu.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, jika persoalan fatwa game tersebut bersifat urgent, pihaknya akan mengkaji, mendalami, dan memanggil para ahli untuk membahasnya. "Banyak hal di situ yang kita libatkan dan kita lihat. Pertama soal pakar IT, kedua psikologis," kata dia.
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menghadiri pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Aceh, Sabtu (23/3) malam. Foto: Suparta/acehkini
Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ikut prihatin terkait game online perang yang digandrungi anak-anak muda saat ini. Dalam pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Unversitas Muhammadiyah Aceh, dia meminta Muhammadiyah dapat membuat larangan untuk game tersebut. “Mungkin di Aceh Muhammadiyah bisa mendahului. Melarang segala game yang kekerasan itu,” katanya, Sabtu (23/3) malam.
Harapannya, anak Aceh tidak lagi menyukai sebuah permainan yang suatu waktu akan dipraktikkan. Nova mengaitkan game tersebut dengan aksi pelaku penembakan jamaam Masjid Christchurch, Selandia Baru. “Kita harus kritis, (kejadian) itu tidak mungkin dilakukan sendiri. Saya menduga ada neo nazi, yaitu militan kulit putih yang memusuhi Islam,” kata Plt Gubernur Aceh.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, MUI Jawa Barat mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram game PUBG. Pada Sabtu (23/3) sore, #PUBGharam sempat memuncaki daftar trending topik Twitter di Indonesia. []
Reporter: Habil Razali | Suparta
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan