kumparan
KONTEN PUBLISHER
14 Juni 2019 0:10

Terluka, Beruang Madu yang Terkena Jerat Babi Dibawa ke Banda Aceh

Screenshot_2019-06-13-19-41-07-45.png
Anak beruang madu yang terluka setelah terkena perangkap babi saat dibawa ke laboratorium klinik Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah di Banda Aceh, Kamis (13/6). Foto: Husaini/acehkini
Satu dari dua ekor beruang madu yang terkena jerat babi di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, berhasil dibawa ke Banda Aceh, Kamis siang (13/6). Sementara satu lainnya dilepaskan kembali ke habitatnya.
ADVERTISEMENT
Anak beruang madu berusia 3 tahun yang berhasil dibawa ke Banda Aceh saat ini ditempatkan di kerangkeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk dilakukan observasi terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut secara medis. Anak beruang madu itu ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius di bagian kakinya setelah terkena jerat babi.
Pantauan acehkini, sekitar pukul 16.00 WIB, anak beruang madu itu sempat dibawa ke laboratorium klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Darussalam, Banda Aceh. Seorang tim dokter BKSDA Aceh menyampaikan, terkait tindakan lebih lanjut terhadap beruang madu ini akan dilaporkan pada Jumat (14/6) besok.
Video
"Yang dewasa jenis kelamin jantan umur 15 tahunan kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga langsung dilepas. Sedangkan anaknya berusia 3 tahunan juga jantan perlu perawatan lebih lanjut sehingga dibawa ke Banda Aceh," ujar Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, dalam keterangannya kepada jurnalis di Banda Aceh.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Warga Desa Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, menemukan dua ekor beruang madu yang terkulai lemas akibat terkena perangkap babi, Selasa (11/6). Kedua hewan dilindungi itu kemudian berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA bersama WCS, OIC dan TNGL.
Beruang madu (Helarctos malayanus) termasuk familia Ursidae, dan merupakan jenis paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada di dunia. Di Indonesia, beruang madu termasuk hewan yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.[]
Reporter: Husaini
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan