Konten Media Partner

Tinggal 3 Wilayah di Aceh Zona Merah Corona, Lainnya Zona Oranye

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Antre pemeriksaan swab di RSUDZA Banda Aceh. Foto:
zoom-in-whitePerbesar
Antre pemeriksaan swab di RSUDZA Banda Aceh. Foto:

Di saat hari libur dan cuti bersama mulai 28 Oktober - 30 Oktober 2020, hanya 3 wilayah kabupaten/kota di Aceh yang tercatat dalam zona merah atau berisiko tinggi penyebaran virus corona. Kondisi ini mengalami perbaikan dari pekan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, dalam keteranganya kepada media, berdasarkan Peta Zonasi Risiko (PZR) terbaru yang dikeluarjan Satuan Tugas COVID-19 Nasional. “Selain 3 kabupaten/kota dengan zona merah, selebihnya 20 kabupaten/kota masuk dalam zona oranye,” katanya dalam keterangan kepada media, Rabu (28/10/2020).

Wilayah dengan zona merah adalah; Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara.

SAG menjelaskan, kondisi pandemi COVID-19 di Pidie Jaya sempat terkoreksi dari zona merah menjadi zona kuning, tapi kini kembali menjadi zona merah. Sedangkan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara masih tetap zona merah, seperti minggu sebelumnya.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bener Meriah, kondisinya menjadi lebih baik, minggu lalu zona merah kini menjadi zona oranye.

“Berdasarkan Peta Zonasi Warna tersebut, Aceh secara umum merupakan daerah yang memiliki risiko sedang penularan dan peningkatan virus corona. Semua pihak hendaknya bisa lebih cermat dalam kebijakan dan bersikap, sehingga dapat membalikkan situasi menjadi lebih baik, pada minggu depan,” harapnya.

Saifullah Abdulgani

Update COVID-19

Saifullah Abdulgani juga melaporkan kasus COVID-19 di Aceh secara akumulatif. Terhitung sejak 27 Maret 2020, corona telah menjangkiti 7.265 orang. Rinciannya, penderita yang masih dirawat 1.543 orang, telah sembuh 5.460 orang, dan 262 orang lainya meninggal dunia.

Kasus-kasus probable di Aceh secara keseluruhan sebanyak 589 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 46 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 515 sudah selesai isolasi, dan 28 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh sampai saat ini telah mencapai 3.631 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.391 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 236 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 4 orang isolasi di rumah sakit. []