Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia di Aceh Masih 1 Persen, Petugas Publik 13,2%
ยทwaktu baca 2 menit

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, menyampaikan bahwa vaksinasi corona bagi warga lanjut usia (lansia) umur di atas 60 tahun di Aceh terbilang bergerak lamban. Bahkan nihil vaksinasi lansia dalam laporan terakhir dinas kesehatan kabupaten/kota.
"Progres vaksinasi lansia nihil, tidak ada progres dalam laporan terakhir yang kami terima," ujar pria yang akrab disapa SAG itu dalam keterangannya, Senin (24/5).
SAG menjelaskan, dari target sasaran vaksinasi lansia di Aceh sebanyak 435.651 orang, baru 4.317 orang lansia yang telah vaksinasi dosis pertama atau masih sekitar 1,0 persen dari sasaran.
"Sedangkan lansia yang telah menuntaskan vaksinasi dosis kedua sebanyak 2.567 orang atau sekitar 0,6 persen," sebutnya.
Ia menambahkan, progres vaksinasi petugas pelayanan publik juga kurang menggembirakan. Vaksinasi dosis pertama bagi petugas publik sudah diterima sebanyak 63.346 orang, atau sekitar 13,2 persen dari target sasaran sebanyak 478.489 orang. Adapun yang sudah tuntas vaksinasi dosis kedua sebanyak 48.313 orang atau 10,1 persen.
"Sedangkan vaksinasi tenaga kesehatan sudah mencapai 55.229 orang atau 97,8 persen dari target sasaran sebanyak 56.470 orang. Nakes yang sudah menuntaskan vaksinasi dosis kedua sebanyak 51.542 orang atau sekitar 91,3 persen," kata SAG.
Lebih lanjut, Jubir Satgas COVID-19 Pemerintah Aceh itu menyerukan kepada satgas kabupaten/kota untuk mendorong progres vaksinasi lansia dan petugas pelayanan publik menjadi lebih cepat. "Lansia adalah kelompok berisiko sangat tinggi tertular virus corona dan bahkan memiliki risiko tinggi terjadinya kematian bila terkena COVID-19," sebutnya.
Menurut SAG, begitu juga petugas pelayanan publik yang setiap hari kerja berinteraksi dengan individu atau kelompok masyarakat, dan memiliki risiko tinggi untuk tertular dan menularkan virus corona. Memotivasi petugas publik untuk vaksinasi COVID-19 memiliki peran strategis memutuskan penularan virus corona di masyarakat.
"Kelompok risiko tinggi harus menjadi prioritas dalam penanganan penyakit menular untuk melokalisasi penyebaran penyakit dan memperkecil risiko kematian," ujarnya.
Hingga saat ini, total kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 13.229 orang. Dengan rincian, sebanyak 10.674 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh. Penderita yang kini dirawat (kasus aktif) 2.019 orang, dan meninggal dunia 536 orang.
