Viral Anjing Mati Usai Ditangkap di Pulau Banyak Aceh, Ini Kata Satpol PP

Konten Media Partner
23 Oktober 2021 17:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Viral Anjing Mati Usai Ditangkap di Pulau Banyak Aceh, Ini Kata Satpol PP (277280)
searchPerbesar
Tangkapan layar video yang beredar.
Kasus kematian anjing bernama Canon usai ditangkap petugas di Pulau Banyak, Aceh Singkil, viral di media sosial dengan hastag #ripcanon dan #justiceforcanon, Sabtu (23/10/2021).
ADVERTISEMENT
Kematian anjing tersebut turut mendapat perhatian sejumlah pecinta hewan, bahkan dikomentari sejumlah artis seperti Sophie Navita dan Becky Tumewu dalam akun instagramnya.
Penelusuran acehkini, kisah kematian seekor anjing diupload di instagram oleh akun @rosayeuh disertai video penangkapan oleh Petugas Satpol PP Aceh Singkil. Selanjutnya video menyebar dan diupload sejumlah akun lainnya, memancing kecaman dari ribuan netizen. Video yang berdurasi 16 detik tersebut terjadi di Pulau Panjang, Aceh Singkil.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP dan Wilayatuh Hisbah Aceh Singkil, Ahmad Yani, mengatakan penangkapan yang dilakukan oleh satuannya berdasarkan permintaan dari Muspika Kecamatan, yang diketahui satu di antara dua anjing yang berkeliaran di pulau tersebut diduga mengalami stres dan meresahkan wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut.
ADVERTISEMENT
“Kami menangkap anjing itu bukan karena ikon wisata halal, itu kami lakukan atas permintaan Muspika karena keberadaan anjing (canon) di pulau itu membuat kenyamanan pengunjung terganggu,” jelasnya kepada acehkini.
Viral Anjing Mati Usai Ditangkap di Pulau Banyak Aceh, Ini Kata Satpol PP (277281)
searchPerbesar
Kasatpol PP Aceh Singkil, Ahmad Yani. Dok. pribadi
Menurutnya, penangkapan yang dilakukan pihaknya sama sekali tidak menggunakan kekerasan. Kayu yang tampak digunakan dalam video tersebut digunakan bukan untuk memukul anjing.
“Ada dua anjing di situ, satu lagi kita kembalikan ke pemiliknya. Kita pindahkan karena permintaan SKPK, kalau dibilang anjing itu mati karena kekerasan boleh kita visum. Bahkan yang memasukkan anjing itu ke dalam keranjang adalah pengelolanya, setibanya di (kota) Singkil anjing itu mati,” tegas Yani. [] Yudiansyah
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020